Voltile Food Relatif Terkendali , BI : Inlasi NTT Tinggi Akibat Harga Tiket Pesawat

photo author
Lidya Radja, NTT Hits
- Jumat, 8 Desember 2023 | 10:22 WIB
Kepala BI NTT, Donny Heatubun dan Kepala Bagian Pengawasan OJK NTT, Satya Aryanto
Kepala BI NTT, Donny Heatubun dan Kepala Bagian Pengawasan OJK NTT, Satya Aryanto

NTTHits.com, Kupang - Bank Indonesia (BI) perwakilan Nusa Tenggara Timur (NTT) menyatakan, harga tiket pesawat yang melambung menjadi salah satu penyebab laju inflasi, padahal dari sisi voltile food (VF) relatif sudah terkendali.

"Harga tiket pesawat saat ini yang selalu membuat angka inflasi kita tinggi, sementara voltile food yang menjadi domain kita, itu relatif sudah terkendali,"kata Kepala BI NTT, Donny Heatubun, Jumat, 8 Desember 2023.

Baca Juga: BI NTT Siapkan Rp.2,2 Triliun Penuhi Kebutuhan Uang Tunai Jelang Akhir Tahun

Tarif angkutan udara menjadi salah satu penyumbang inflasi NTT karena beberapa alasan diantaranya, sesuai dengan kondisi geografis NTT yang terdiri dari kepulauan membuat penerbangan menjadi moda transportasi utama intra provinsi dan maskapai yang beroperasi masih terbatas dan cenderung didominasi oleh satu maskapai.

Berdasar perkembangan inflasi bulanan November 2023, gabungan 3 kota IHK di Provinsi NTT mengalami inflasi sebesar 0,37% (mtm), melandai dibandingkan bulan sebelumnya yang inflasi sebesar 0,42% (mtm). Inflasi terutama disebabkan oleh kenaikan harga komoditas terutama beras, angkutan udara, tomat, cabai rawit, dan kangkung.

Baca Juga: Temuan Kelebihan Pembayaran Proyek Sungai Liakai Telah Dikembalikan ke Kas Daerah Belu

Harga beras mengalami peningkatan signifikan akibat belum masuknya masa panen di daerah-daerah pemasok. Selan itu, tarif angkutan udara juga mulai mengalami peningkatan sejalan dengan pola historis menjelang akhir tahun.

Di sisi lain, sejumlah komoditas ikan-ikanan mengalami penurunan harga sejalan dengan pasokan yang terjaga dari hasil tangkapan nelayan lokal, sehingga menjadi penahan laju inflasi yang lebih tinggi.

Secara tahunan, inflasi gabungan 3 kota IHK di NTT pada November 2023 tercatat sebesar 2,85persen (yoy), meningkat dibandingkan bulan sebelumnya namun tetap terjaga dalam rentang sasaran 3±1persen. Capaian tersebut juga masih lebih rendah dibandingkan inflasi Nasional yang sebesar 2,86persen (yoy).

Baca Juga: TKN Pastikan Jokowi Dukung Prabowo- Gibran pada Pilpres 2024

Komoditas yang seringkali menjadi faktor utama inflasi di NTT sebagian besar berasal dari kelompok VF, antara lain beras, daging dan telur ayam ras, bawang merah dan putih, cabai merah dan rawit, ikan kembung dan tongkol, serta kelompok AP terutama angkutan
udara.

"Komoditas-komoditas tersebut merupakan komoditas yang banyak dikonsumsi masyarakat, sehingga memiliki bobot yang besar terhadap perhitungan inflasi"tambah Donny.

Sementara dari sisi kondisi pasokan komoditas pangan utama NTT, rata-rata masih terjaga antara 3 – 18 minggu ke depan. Kemudian, berdasarkan hasil survei BI pada minggu-V November 2023, terkait kondisi pasokan di Kota Kupang, stok pangan secara umum stabil dibandingkan minggu sebelumnya, kecuali untuk daging ayam ras, bawang merah, dan cabai rawit merah.

Baca Juga: Relawan Beta Gibran NTT Komite Menangkan Prabowo- Gibran

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lidya Radja

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Sasando Dia, Sinergi Perkuat Ekonomi NTT

Selasa, 3 Maret 2026 | 21:05 WIB
X