NTTHits.com, Kupang - Pemegang saham seri B Bank NTT, Amos Corputty menduga ada banyak "penyakit" di Kanto Cabang Bank NTT Surabaya, sehingga kantor itu ditutup.
"Banyak 'penyakit' yang disembunyikan disitu, makanya banknya ditutup. Saya bicara sebagai pemilil bank," kata Amos saat RDP dengan Komisi III DPRD NTT, 6 Maret 2023.
Menurut dia, jika terjadi pembobolan di Kacab Bank NTT Surabaya, maka harus diproses hukum pelakunya, jangan banknya yang ditutup.
Baca Juga: Eddy Ngangus Beberkan Kasus MTN Bank NTT dan Pemecatannya oleh Dirut ke DPRD
"Kalau ada pembobolan harus diproses orangnya, bukan tutup kantornya. Karena kantornya tidak salah," tegasnya.
Dia menyesalkan karena perjuangannya untuk membuka cabang Bank NTT Surabaya mencapai 3 tahun, namun ditutup hanya dalam waktu singkat.
"Butuh perjuangan panjang untuk buka cabang di Surabaya. Bahkan koperasi dari NTT rame-rame buka cabang di Surabaya, tapi Bank NTT justru tutup," katanya.
Baca Juga: Kajari TTU Ungkap Kerjasama Pengusaha HT dan Ketum Araksi NTT, Buat Laporan Palsu
Hal ini, menurut dia, terjadi karena komisaris bekerja tidak sesuai tupoksi. Dimana dia mengangkat diri sendiri sebagai ketua Ketua tim penyelamatan Bank NTT Surabaya.
"Apa hasilnya justru tutup itu kantor. Ini kejadian yang saya lihat sendiri. Apa urusan komisaris bolak-balik Surabaya," katanya.
"Kegiatan ini sangat merugikan bank. Siapa yang angkat dia, dia sendii yang angkat sebagai ketua tim. Hasilnya apa, banknya diturup. Ini merusak reputasi Bank NTT," katanya.
Bank NTT merupakan bank pertama yang buka cabang di Surabaya, setelah itu baru ada BPD lainnya. "Kesalahan karena direksinya tidak beres. Tiga tahun kita urus. Banyak penyakit di dalam," tegasnya.***