politik

Bahlil Bongkar Strategi RI Hadapi Tarif Trump: Siap Impor Minyak & LPG dari AS Senilai Rp168 Triliun!

Jumat, 18 April 2025 | 18:09 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump (kiri) dan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia (kanan). (Instagram.com / @bahlillahadalia - @potus)

NTTHits.com, Jakarta – Indonesia siap merogoh kocek besar untuk menjaga hubungan dagang tetap harmonis dengan Amerika Serikat (AS).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkap rencana besar pemerintah dalam menambah impor energi dari Negeri Paman Sam sebagai bagian dari strategi negosiasi menghadapi kebijakan tarif resiprokal Presiden Donald Trump.

Nilainya fantastis—lebih dari USD 10 miliar atau sekitar Rp168 triliun!

Baca Juga: Bongkar Misi Dagang RI-AS, Airlangga: Siap Bikin ‘Toko Paman Sam’ Betah di Indonesia!

“Dari sektor BBM, crude oil, dan LPG, nilainya di atas USD 10 miliar,” ungkap Bahlil di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (17/4/2025).

LPG dan Minyak RI Siap Diserap dari AS

Bahlil menjelaskan, saat ini 54% kebutuhan LPG Indonesia sudah diimpor dari AS. Ke depan, porsi ini akan ditingkatkan drastis menjadi 80–85%.

Tak hanya itu, impor minyak mentah (crude oil) dari AS yang selama ini kurang dari 4% juga akan digenjot hingga menyentuh lebih dari 40%.

“Crude oil dari AS tadinya kurang dari 4 persen, sekarang kita akan naikkan ke 40 persen lebih,” tegasnya.

Baca Juga: Soal Kebijakan Tarif Impor Trump, Prabowo Tegas: Indonesia Harus Berdiri di Atas Kaki Sendiri

BBM Juga Masuk Radar, Tunggu Finalisasi

Selain LPG dan minyak mentah, pemerintah juga sedang membidik penambahan impor Bahan Bakar Minyak (BBM) dari AS. Meski belum merinci teknis dan kuotanya, Bahlil memastikan hal itu akan dibahas lebih dalam bersama tim teknis dan Pertamina.

“BBM juga demikian. Detailnya nanti kami bahas dengan tim teknis,” ujarnya.

Baca Juga: Trump Naikkan Tarif Impor 32 Persen untuk Indonesia: Benarkah Ekonomi Nasional Terancam?

Halaman:

Tags

Terkini