politik

Gubernur NTT Dorong Swasembada Pangan, Pelayanan Kesehatan, dan Mutu Pendidikan

Jumat, 18 April 2025 | 08:52 WIB
Gubernur NTT saat berkunjung ke Lembata. (Humas NTT)

 

NTTHits.com, Lewoleba - Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, melanjutkan rangkaian kunjungan kerjanya dari Kabupaten Alor menuju Kabupaten Lembata, Rabu (16/4), dengan menyusuri lautan menggunakan kapal.

Tiba di Pelabuhan Wairiang pukul 18.20 WITA, Gubernur disambut hangat oleh Bupati Lembata Kanisius Tuaq, Wakil Bupati H. Muhamad Nasir, Forkopimda, serta para pimpinan OPD Kabupaten Lembata.

Dalam kunjungan ini, Gubernur Melki meninjau empat titik penting: panen jagung di Desa Lebawala, Puskesmas Hadakewa, Dapur Sehat MBG Lamahora, dan sesi dialog bersama para kepala sekolah SMA/SMK/SLB di Hotel Kuma Resort.

Baca Juga: Gubernur NTT Dorong Percepatan Pelayanan dan Pendidikan Lewat Program Unggulan Presiden

Panen Jagung Perdana di Lebawala: Menuju Lembata Mandiri Pangan

Kunjungan pertama Gubernur dimulai dengan panen jagung perdana di Desa Lebawala. Bupati Lembata menjelaskan bahwa jagung pulut kini tengah dikembangkan sebagai komoditas unggulan yang akan menjadi oleh-oleh khas daerah serta bahan baku jagung titi.

Program ini sejalan dengan visi Gubernur dan Wakil Gubernur melalui inisiatif One Village, One Product (OVOP).

Gubernur Melki menyambut baik inisiatif ini dan mengajak para petani terus bekerja membangun kemandirian pangan di Lembata. “Pemerintah siapkan anggaran besar untuk swasembada pangan. Jangan ragu, potensi Lembata harus dimanfaatkan maksimal,” tegasnya.

Plt. Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT, Joaz O Wanda, menambahkan bahwa dukungan pemerintah sebesar Rp6,4 miliar akan diberikan dalam bentuk benih, alat mesin pertanian, dan optimalisasi lahan kering.

Baca Juga: Suara Keadilan Menggema di Rumah Jabatan: Ibu Gubernur dan Aktivis Desak Penuntasan Kasus Eks Kapolres Ngada

Tinjau Puskesmas Hadakewa: Kesehatan Adalah Prioritas

Selanjutnya, Gubernur mengunjungi Puskesmas Hadakewa untuk meninjau pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis dan kondisi tenaga medis. Ia menekankan bahwa dalam situasi darurat, tindakan penyelamatan nyawa harus diutamakan dibanding urusan administrasi.

“Pasien dalam kondisi gawat harus langsung ditangani. Keselamatan adalah prioritas. Stunting, kematian ibu dan bayi juga harus jadi fokus,” ujar Gubernur.

Baca Juga: Gubernur NTT dan Bupati Sikka Tuntaskan Polemik Dokter Anestesi RS TC Hillers, Besok Mulai Bertugas Kembali

Halaman:

Tags

Terkini