politik

Prabowo Soal Anjloknya IHSG: “Saya Nggak Terlalu Takut, Indonesia Punya Kekuatan”

Selasa, 8 April 2025 | 20:13 WIB
Presiden Prabowo saat konferensi pers usai rapat kabinet di Istana Merdeka, Senin, 17 Februari 2025. (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)

NTTHits.com, Jakarta — Presiden Prabowo Subianto merespons santai soal anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat membuat geger pasar keuangan Tanah Air pada 18 Maret 2025. Menurutnya, dinamika pasar modal adalah hal yang wajar dan tak perlu ditanggapi dengan kepanikan berlebihan.

“Saya nggak terlalu takut sama pasar modal. Pasar saham itu kan mekanisme pasar, kadang naik, kadang turun. Biasa aja,” ujar Prabowo dalam wawancara bersama tujuh pemimpin media nasional di Hambalang, seperti diunggah di kanal YouTube Najwa Shihab, Senin (7/4/2025).

IHSG sempat merosot tajam hingga 5 persen, memaksa Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan trading halt atau pembekuan sementara perdagangan. Namun bagi Prabowo, gejolak ini tak mencerminkan kondisi ekonomi riil Indonesia.

Baca Juga: Prabowo: “Petani Adalah Tulang Punggung Bangsa, Tanpa Pangan Tak Ada NKRI”

Bedakan Saham dan Investasi Langsung

Prabowo juga menekankan pentingnya membedakan antara investasi di pasar saham dan direct investment.

“Orang masuk pasar saham itu cari untung cepat. Tapi kalau direct investment, itu bikin pabrik, punya rencana panjang, hitung bahan baku, distribusi, untungnya bisa 5 sampai 30 tahun ke depan,” jelasnya.

Fundamental Ekonomi Kuat, Tak Perlu Rendah Diri

Presiden menegaskan bahwa Indonesia memiliki fundamental ekonomi yang kuat dan tidak boleh terus-menerus merasa inferior.

“Indonesia itu punya kekuatan besar. Jangan kita terus merasa bangsa ini lemah atau kalah. Itu mental dijajah,” tegas Prabowo.

Baca Juga: Prabowo: “Saya Ingin Jadi Presiden yang Berhasil Turunkan Harga Pangan dan Obat”

Ia juga menyindir narasi yang muncul saat IHSG turun drastis.

“Waktu IHSG turun beberapa hari, ramai-ramai bilang ekonomi kacau, Prabowo gagal. Tapi begitu naik lagi, diam semua,” katanya dengan nada menggelitik.

Belajar dari Negara Lain

Halaman:

Tags

Terkini