politik

Prabowo: “Petani Adalah Tulang Punggung Bangsa, Tanpa Pangan Tak Ada NKRI”

Selasa, 8 April 2025 | 20:10 WIB
Presiden Prabowo ketika menghadiri panen raya di Majalengka, Senin, 7 April 2025. (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)

NTTHits.com, Majalengka — Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi tinggi kepada para petani Indonesia saat menghadiri Panen Raya Padi Serentak di 14 Provinsi yang dipusatkan di Majalengka, Jawa Barat, Senin (7/4/2025).

Dalam pidatonya yang penuh semangat dan emosional, Prabowo menyebut bahwa petani adalah kekuatan utama di balik ketahanan bangsa.

“Saudara-saudara sekalian, terutama para petani, saya ingin menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya. Kalian adalah tulang punggung bangsa dan negara,” ujar Presiden Prabowo disambut tepuk tangan meriah.

Baca Juga: Prabowo: “Saya Ingin Jadi Presiden yang Berhasil Turunkan Harga Pangan dan Obat”

Menurut Prabowo, peran petani sangat vital karena mereka adalah penghasil pangan—kebutuhan pokok bagi keberlangsungan negara.

“Banyak elit di Jakarta mungkin tidak merasakan pentingnya petani. Tapi saya tahu betul, tanpa pangan, tidak ada negara. Tanpa pangan, tidak ada NKRI,” tegasnya.

Kenangan Sebagai Prajurit dan Rasa Hormat pada Petani

Presiden Prabowo juga berbagi pengalaman pribadi semasa dirinya masih aktif sebagai prajurit TNI. Ia menyampaikan bahwa petani-lah yang menjadi penopang hidup para tentara di medan tugas.

Baca Juga: Prabowo di Panen Raya Majalengka: “Rekam Aja Kalau Ada Korupsi, Biar Jera!”

“Saya mantan prajurit, dan saya merasakan sendiri—yang memberi makan kami di lapangan adalah petani. Tahun 1970-an, meski hidup susah, mereka masih menyisihkan sebagian untuk mendukung tentara,” kenangnya dengan nada haru.

Ia juga menggarisbawahi bahwa rakyat kecil sering kali memiliki semangat patriotisme yang luar biasa tinggi, jauh melebihi yang terlihat di permukaan.

Dorongan untuk Kemandirian dan Inovasi Desa

Selain itu, Prabowo mendorong agar petani dan masyarakat desa mulai memanfaatkan pupuk dan obat-obatan hasil produksi lokal sebagai bentuk kemandirian dan inovasi.

“Kita harus mulai menggunakan pupuk buatan sendiri, obat pertanian yang dibuat oleh warga sendiri. Ini langkah awal menuju kemandirian bangsa,” tandasnya.

Halaman:

Tags

Terkini