KUPANG, NTTHits.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Uskup Emeritus Keuskupan Agung Kupang, Mgr Petrus Turang.
Sosok mendiang dikenangnya sebagai pemimpin yang sederhana, bicara apa adanya, namun penuh kasih dan semangat pengabdian.
"Saya mengucapkan turut berdukacita yang mendalam, baik secara pribadi, sebagai Gubernur Provinsi NTT, maupun mewakili seluruh masyarakat NTT, atas berpulangnya Mgr Petrus Turang," kata Gubernur Melki, Jumat (4/4/2025).
Menurut Melki, Mgr Petrus Turang adalah pribadi yang tegas, lugas, dan tidak suka bertele-tele dalam menyampaikan pandangan maupun keputusan.
“Beliau bicara blak-blakan, penuh kasih sayang, dan mengabdi dengan tekun serta ulet bagi umat Keuskupan Agung Kupang,” ujar politisi Partai Golkar itu.
Selain dikenal sebagai gembala umat, Mgr Turang juga aktif mendorong pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas. Ia menganjurkan umat Katolik agar terlibat dalam kegiatan ekonomi sesuai profesi dan potensi masing-masing—baik di bidang pertanian, perkebunan, peternakan, hingga kelautan dan perikanan.
Baca Juga: Gubernur NTT Tuntaskan Rangkaian Kunker di Pulau Flores, Ende Jadi Destinasi Terakhir
“Beliau adalah Uskup penggerak ekonomi umat. Visi pemberdayaan itu tidak hanya untuk umat Katolik, tapi juga menjangkau umat beragama lainnya. Saya dengar beliau turut membantu gereja Protestan, komunitas Muslim, Hindu, Budha, dan lainnya,” jelas Melki.
Selama menjabat sebagai Uskup Agung Kupang, Mgr Petrus Turang juga berperan sebagai kakak sekaligus penyejuk bagi para uskup muda di NTT. Ia dikenal suka merangkul dan mencairkan suasana dalam berbagai forum gerejawi maupun lintas iman.
Setelah pensiun, Mgr Turang lebih banyak menghabiskan waktu di Sulawesi Utara. Gubernur Melki menyebut, meski dalam kondisi sakit, mendiang tetap menunjukkan perhatian besar terhadap umat dan enggan merepotkan orang lain.
“Di tengah sakit pun beliau tetap produktif. Jika kami bertanya tentang kondisinya, beliau hanya bilang, 'tidak usah pikirkan saya, Pak Gubernur.' Beliau lebih memilih membicarakan hal-hal besar yang menyangkut umat,” kenangnya.
Bagi Gubernur Melki dan banyak pihak lainnya, kepergian Mgr Petrus Turang bukan sekadar kehilangan bagi umat Katolik, tetapi juga bagi seluruh masyarakat NTT.