NTTHits.com, Kupang – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto terus menjadi sorotan. Kali ini, Fraksi Partai Hanura DPRD NTT meminta agar program ini dievaluasi lebih lanjut agar lebih tepat sasaran dan tidak mubazir.
Ketua Fraksi Hanura DPRD NTT, Refafi Gah, mengungkapkan bahwa ada beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan dalam implementasi MBG, terutama terkait kelompok penerima manfaat dan efektivitas alokasi anggaran.
Menurutnya, prioritas program ini seharusnya diberikan kepada anak-anak di luar kota, bukan anak-anak di perkotaan yang rata-rata berasal dari keluarga kelas menengah ke atas.
“Apakah makan gratis ini juga harus diberikan kepada anak-anak di kota? Bukankah mereka sudah memiliki akses gizi yang lebih baik? Sementara di luar kota, masih banyak anak-anak yang kekurangan gizi dan lebih membutuhkan,” ujar Refafi Gah.
Evaluasi Perlu Dilakukan Agar MBG Tepat Sasaran
Refafi menyoroti bahwa anggaran program MBG yang mencapai Rp10.000 per siswa mungkin belum sepenuhnya efektif. Ia mengusulkan agar dana tersebut dialokasikan langsung kepada orang tua agar mereka bisa menyediakan makanan bergizi bagi anak-anak sejak dari rumah.
Selain itu, ia juga menyoroti peran tenaga kerja dalam program MBG, termasuk gaji tukang masak yang mencapai Rp3 juta per bulan.
“Lucunya, saya melihat anak-anak tetap kurus, sementara tukang masak malah tambah gemuk. Ini yang perlu diperhatikan oleh pemerintah agar program benar-benar bermanfaat,” katanya.
Untuk itu, ia meminta agar ada tim khusus yang mengkaji lebih dalam implementasi MBG, termasuk kemungkinan mekanisme baru yang lebih efisien.
Harapan untuk MBG ke Depan
Dengan adanya kritik dan evaluasi dari berbagai pihak, harapannya program MBG bisa berjalan lebih baik dan tepat sasaran. Evaluasi ini bukan untuk meniadakan program, tetapi agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh anak-anak yang membutuhkan, terutama di daerah pelosok yang masih menghadapi masalah gizi buruk.***