politik

Trump Hentikan Bantuan Obat HIV, Indonesia Kena Imbas! Menkes Siapkan Langkah Darurat

Sabtu, 1 Februari 2025 | 14:06 WIB
Dampak kebijakan Trump menghentikan bantuan obat terhadap Indonesia. (Freepik/freepik)

Selain bantuan langsung, penghentian dana AS juga berdampak pada WHO dan Gavi, yang selama ini mendanai program kesehatan di Indonesia.

"Pasti akan ada dampaknya, baik langsung melalui CDC (Centers for Disease Control and Prevention AS) maupun tidak langsung melalui WHO dan Gavi, karena sebagian besar dananya masih bergantung pada AS," jelas Budi.

Baca Juga: Warga Gaza Tolak Keras Usulan Trump untuk Relokasi, Mereka yang Pergi Tidak Pernah Kembali

Pasien dan Aktivis Mendesak Kepastian Stok Obat

Kebijakan ini menuai kekhawatiran besar di kalangan pasien HIV dan organisasi yang bergerak di bidang kesehatan. Mereka mendesak pemerintah memastikan pasokan obat tetap aman dan tidak terjadi kekosongan stok yang bisa berakibat fatal.

Menurut data WHO, pada akhir 2023, terdapat 39,9 juta orang di dunia yang hidup dengan HIV, termasuk ratusan ribu di Indonesia yang bergantung pada obat ARV untuk bertahan hidup.

"Kami berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret, karena pasien tidak bisa menunggu lama," ujar salah satu aktivis HIV/AIDS di Jakarta.

Baca Juga: Donald Trump Kunjungi Lokasi Kebakaran LA, Bertemu Gubernur Newsom, “Kita Akan Memperbaikinya”

Trump vs Dunia: Ancaman bagi Kesehatan Global

Keputusan Trump ini tidak hanya berdampak pada Indonesia, tetapi juga mengancam program kesehatan di lebih dari 50 negara yang bergantung pada PEPFAR (Presidential Emergency Plan for AIDS Relief) – program bantuan AS untuk penanggulangan HIV/AIDS global.

Dengan AS sebagai penyumbang seperlima dari total anggaran WHO, penghentian dana ini dapat memperburuk krisis kesehatan di banyak negara berkembang.***

Halaman:

Tags

Terkini