politik

Masih Ditelusuri, Kartu Paket CSan Diduga Politik Uang

Senin, 25 November 2024 | 17:14 WIB
Ketua Bawaslu Kota Kupang, Yunior Nange

NTTHits.com, Kupang - Kartu tim CS, diduga praktik politik uang yang dilakukan salah satu pasangan calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), nomor urut 5, Christian Widodo- Serena Francis.

Kartu tim CS tersebut menjadi temuan dugaan politik uang dan sementara dilakukan penelusuran lebih lanjut oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Kupang. 

Baca Juga: Masa Tenang, Bawaslu Kota Kupang Dalami Dugaan Politik Uang Paslon Nomor Urut 5

Ketua Bawaslu Kota Kupang, Yunior Nange, saat diwawancarai, Senin 25 November 2024 menjelaskan, sejak pagi telah beredar di grup- grup Whatsapp (WA) terdapat kartu tim CS dengan narasi dikasih uang muka sebesar Rp.50ribu dan nantinya tambahan sebesar Rp.100ribu.

Dari informasi awal dalam grup wa tersebut terdapat foto, nama dan no HP yang sempat dikomunikasikan, dan didapati bahwa penjelasannya bahwa kartu tersebut untuk identitas saksi, jika demikian itu menjadi internal masing-masing paslon, namun karena ada narasi uang muka sehingga perlu melakukan penelusuran lebih mendalam.

Baca Juga: Dukung Pikiran Roni Bunga Terkait Potensi Alam, Mantan Bupati TTU Anton Amaunut : Kita Perlu Pemimpin Yang Punya Jaringan Untuk Dikelola Dengan Baik

"Per pagi ini ada berkembang dimedia sosial khususnya lewat grup WA, ini yang sementara kita telusuri, apakah itu dalam kaitan politik uang, ataukah itu kartu untuk apa,"kata Yunior.

Selain mendalami dugaan politik uang, Bawaslu Kota Kupang juga melakukan pemetaan Tempat Pemungutan Suara (TPS) rawan politik uang, untuk itu Bawaslu didukung pihak Kejaksaaan dan Kepolisian membuka posko pengaduan pelanggaran dan siap menerima laporan dari warga terkait adanya tindak politik uang atau pelanggaran lainnya.

Baca Juga: Dari Desa ke Kancah Nasional, Perjuangan Kacang Nepo Menjadi Camilan Khas yang Mendunia

"Tim kita didukung dengan Kejaksaaan dan Kepolisian siap menerima laporan dugaan politik uang dan lakukan penelusuran lanjutan,"tutup Yunior.(*)

Tags

Terkini