politik

Dekonstruksi “Unu’’ Dalam Mengawasi Pemerintah Daerah Timor Tengah Utara

Senin, 11 November 2024 | 13:18 WIB
Calon Bupati dan Wakil Bupati TTU, Drs. Juandi David - Ronivon Natalino Bunga (Jude Lorenzo Taolin)

Hadir secara baru, yang selalu seia-sekata, senasib sepenanggungan bersama seluruh rakyat Biinmaffo.
Cara yang ditawarkan oleh Derrida dalam memahami  ungkapan yang tidak boleh terus mempertahankan makna yang lama (sudah ada) dan menentukan makna yang kemudian mengagungkannya. Tetapi harus diperoleh suatu kebenaran yang sungguh-sungguh baru dan mendeskripsikannya.

Baca Juga: Bupati Juandi David Akui Kelebihan orang Insana, Jabatan Strategis di Pemkab TTU Didominasi Putra Putri Insana

Oleh sebab itu tidak berlebihan kalau sebutan dengan predikat Unu yang dialamatkan kepada sesama warga Dawan -TTU atau bukan sesungguhnya mendapat kebenarannya. Kebenaran ini diperoleh tanpa menyingkirkan kebenaran-kebenaran atau makna-makna yang lalu (yang telah mendahuluinya). Prosedur ini yang oleh Derrida disebut deconstruction, “pembongkaran” (Bertens, 1996). Setelah kebenaran ini ditemukan, kita tidak boleh secara legitim menyatakan bahwa itulah kebenarannya yang sesungguhnya atau absolut. Dekonstruksi hendak mengajak kita untuk terbuka terhadap kebenaran - kebenaran yang  akan muncul atau timbul. Karena itu selalu ada kemungkinan lain yang tidak terduga. Dekonstruksi selalu memunculkan kejutan makna baru, itulah sebabnya ia mempersoalkan makna-makna yang ada agar makna yang tak terdugakan itu muncul. Kebenaran itu akan selalu muncul dengan sendirinya sebagai yang besar karena benar. (Veritas Semper Maior).

Unu  David Juandi dan Unu Ronivon Natalino Bunga meretas jalan tengah baru. Dalam kesunyian meniupkan optimism setelah berpetualang untuk mendengar jeritan rakyat dalam padang belantara Biinmaffo. Unu  David Juandi dan  Unu Ronivon Natalino Bunga dengan komitmen kuat berani keluar dari konteks dan mengada bersama seluruh masyarakyat TTU demi ekstensifikasi kepemimpinan.

Relevansi : Dekonstruksi Jacques Derrida Perspektif DJ-RB
Penerapan aplikasi lapor Unu bagi sebagian orang adalah idealis bahkan mustahil. Berpikir dan merancang sesuatu yang utopis.  Zaman yang semakin mengglobal dalam tatanan dunia nyata dan maya, dekonstruksi aplikasi lapor Unu adalah suatu noumenon. Bukan hanya sebatas sebagai sebuah noumenon yang berkutat dalam tataran ide. Aplikasi ini dirancang oleh manusia untuk menjawab kebutuhan, pasti banyak kekurangan. Pencetus dan perancang aplikasi bergiat bukan untuk diri mereka saja tetapi juga demi orang lain. Pekerjaan mereka senantiasa memberikan kebahagiaan dan kepuasan bagi orang lain. Mereka yang merasa chaos dalam hidup, mengalami gaya kepemimpinan yang tidak humanis, stress, galau, dan sebagainya. Pada saatnya jika menggunakan dan memperoleh pelayanan dari aplikasi ini terlihat begitu gembira dan lepas bebas. Aneka asumsi dan pendapat bahwa aplikasi lapor Unu adalah sebuah habituasi biasa dan usang adalah sesuatu yang lumrah. Pendapat ekstrim lain, hanya untuk sekadar berselancar dalam dunia maya, karena mengalami kesulitan atau keterbatasan dalam dunia nyata.

Baca Juga: Yang Menonjol Dari Paket JUANG Selama Dua Minggu Berkampanye di Biboki, Massa Antusias Pemerintahan Dilanjutkan Periode Kedua

Dengan menggunakan pisau bedah dekonstruksi  muncul gagasan penggunaan aplikasi sebuah pelayanan terbaru yang unik.
Aplikasi Lapor Unu sangat kontekstual dan mengena dihati rakyat dan pemimpin. Ini suatu terobosan baru menyangkut layanan publik yang bersih dan bermartabat. Betapa pentingya pengawasan  dalam sebuah kekuasaan, maka kontrol itu mesti selalu dijalankan  selama kekuasaan itu ada dan berjalan.

DJ-RB atau paket JUANG menginginkan partisipasi aktif rakyat sebelum dan sesudah pemilihan adalah sesuatu yang niscaya. Kontrol tidak bisa  hanya dilakukan setelah sebuah kebijakan  dikeluarkan yang biasanya  dalam bentuk protes keras atau tindakan anarkis lain tetapi terutama secara aktif  dan kritis mengikuti  semua proses pengambilan keputusan politik dan penerapan keputusan itu sejak awal, agar suatu kebijakan  yang diragukan ketepatannya dapat diperdebatkan dan dinegosiasi terlebih dahulu sebelum penyelewengan terjadi. Seorang pemimpin sebelum mengambil keputusan  perlu mendapat masukan  masyarakat dan juga tetap dalam pengawasan masyarakat ketika kebijakan atau keputusan  itu diambil dan dilaksanakan.

Sosok DJ-RB mau mengetengahkan dan mempertegas komitmennya kepada seluruh masyarakat TTU bahwa seorang pemimpin tidak hanya tahu memimpin rakyatnya tetapi juga dipimpin oleh rakyatnya. Seorang pemimpin perlu dipimpin dan diawasi oleh rakyatnya agar tidak terjerumus  dalam tindakan penyelewengan kekuasaan.

Baca Juga: Aspal Hotmix Dari Manufui Ke Kaubele Bukti Kerja Nyata Juandi David. Masyarakat Desa Tunbaen : Lanjut Periode ke Dua.

Mekanisme kontrol yang baik lewat aplikasi lapor Unu akan memadai dan sangat membantu dalam menghasilkan sebuah kebijakan yang tepat sasar  dan responsif terhadap kebutuhan rakyat. Ini merupakan suatu bagian penting dari upaya  demokratisasi kepemimpinan  yang mencirikan suasana  dan kondisi politik di bumi Biinmaffo dimana kepemimpinan timbal balik  antara pemimpin dan rakyat berjalan terbuka, tertib bukan dalam formalisme kosong. Dengan ini wacana politik dan praksisnya mendapat tempatnya yang legitim.

Sebuah kekuasaan hanya dapat diselenggarakan dengan baik dan bersih, jika tersedianya suatu mekanisme kontrol yang berdayaguna baik dari masyarakat sendiri maupun lembaga-lembaga yang mewakilinya. Sebuah mekanisme kontrol yang berdayaguna dalamnya melibatkan banyak pihak merupakan bagian dari upaya demokratisasi kepemimpinan. Demokratisasi kepemimpinan adalah sebuah kondisi dalamnya terjadi kepemimpinan timbal balik antara pemerintah dengan rakyat demi membangun  sebuah penyelenggaraan kekuasaan  yang bersih, transparan dan efektif. Pemimpin memimpin rakyat; dan rakyat memimpin, (mengawasi) pemimpin. (*)

Penulis : Yan Kefi

Pendukung DJ-RB, Berdomisili di Kelurahan Sasi - Kota Kefamenanu

 

Halaman:

Tags

Terkini