politik

Visi Juandi David Membangun Kabupaten TTU Yang Akan Dilanjutkan Paket JUANG 5 Tahun ke Depan

Jumat, 4 Oktober 2024 | 23:57 WIB
Foto saat penarikan nomor urut di KPU TTU (Jude Lorenzo Taolin)

NTTHits.com, Kefamenanu  - Visi  Drs. Juandi David  membangun  Daerah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), yang akan dilanjutkan Paket JUANG (Juandi David dan Ronivon Natalino Bunga selaku Calon Bupati dan Wakil Bupati Timor Tengah Utara (TTU) periode 2024-2029 untu lima tahun kedepan, jika memenangkan Pilkada TTU bulan November 2024 mendatang yakni,     
                            
Pertama, meningkatkan pendapatan masyarakat melalui pertanian lahan basah.

"Program ini sudah terlaksana selama pemerintahan Juandi David dan Eusabius Binsasi. Karena itu, perlu  bidang ini  merupakan peningkatan saja. Demikian pula pertanian lahan kering, sudah terlaksana dan perlu peningkatan saja", kata Calon Bupati TTU yang aktif menjabat aktif sebagai Bupati periode 2021- 2025, Juandi David yang diwawancarai, Kamis, 3 Oktober 2024.

Baca Juga: Kampanye Pilkada TTU. Pengurus DPD PDI Perjuangan NTT Gusti Beribe Sebut Paslon DJ - RB Miliki Kemampuan Management Pembangunan

Bantuan sapi yang sudah terlaksana selama 3,5 tahun oleh Juandi David  dan Eusabius Binsasi yang memimpin Kabupaten TTU, diakuinya belum maksimal.
Sehingga, lanjutnya program ini perlu dilanjutkan agar masyarakat yang belum mendapat bantuan sapi bisa terpenuhi.

Masih bagian bidang ini yaitu mendorong peningkatan pendapatan masyarakat di pedesaan.

"Daerah - daerah yang memiliki potensi air, maka pemerintah perlu mendorong pertanian hortikulra di TTU, karena peluang pasar juga bagus, untuk bisa meningkatkan pendapatan masyarakat di desa.
Lalu pemanfaatan dana Bumdes di desa menjadi kegiatan masyakarat desa untuk menampung hasil bumi masyarakat, sehingga masyarakat kita yang memiliki hasil bumi tidak dirugikan secara ekonomi oleh para tengkulak. Selama ini pemanfaatan dana Bumdes tidak memiliki dampak langsung kepada masyarakat di desa", jelas Juandi David.

Berikutnya, mendata potensi ekonomi di desa untuk bisa meningkatkan pendapatan asli desa dan meningkatkan pendapatan aparat di desa.   

 Baca Juga: Kampanye Pilkada TTU. Pengurus DPD PDI Perjuangan NTT Gusti Beribe Sebut Paslon DJ - RB Miliki Kemampuan Management Pembangunan

                          
Kedua, meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui sektor pendidikan dan kesehatan yang berkualitas, merata dan terakses.

"Selama ini program ini sudah terlaksana baik di bidang pendidikan maupun kesehatan. Kedepan perlu ada peningkatan secara kuantitatif maupun kualitatif. 
Dalam sektor pendidikan, perlu ada kebijaksanaan pemerintah daerah untuk melaksanakan program muatan lokal secara nyata dalam pembelajaran di tingkat SD maupun SMP, karena muatan lokal selama ini tidak menjadi prioritas", ujar satu - satunya orang Biboki yang dicalonkan sebagai Bupati TTU periode 2024-2029.

Padahal, jelasnya lagi, program ini justru sangat bagus agar anak-anak didik mengenal budaya dan kearifan lokal yang telah ada sejak jaman leluhur dan menjadi identitas sebuah bangsa.  Karena itu sudah saatnya pemerintah daerah bersama semua pihak perlu mencari solusi terhadap persoalan ini, terutama dalam pelajaran bahasa Dawan dan pelajaran tenun ikat Dawan dan tenaga pendidik dan anggarannya.        

Ketiga, meningkatkan infrastruktur, yaitu melanjutkan yang sudah dilaksanakan selama ini dan peningkatan kualitas infrastruktur di periode kedua.

Baca Juga: Ketua DPC Hanura TTU Minta Program Bupati Incumbent Yang Termuat Dalam RPJMD Tidak Dirubah Tapi Dilanjutkan

"Ada point penting yang perlu dikaji lebih lanjut untuk TTU yang lebih ke depan adalah Reformasi Birokrasi. Hemat struktur dan kaya fungsi. Ini akan menghemat anggaran. Perekrutan pejabat diseleksi oleh Tim Pansel yang memiliki kapasitas dan kompetensi sehingga  menghindari intervensi Bupati utk menempatkan orang-orangnya yang tidak sesuai kualifikasi.
Di bidang pendidikan Mulok atau muatan lokal ini, sudah waktunya pemerintahan TTU menerapkan Bahasa Dawan dan Tenun ikat menjadi sebuah ikon identitas bangsa di daerah perbatasan. Karena pelajaran bahasa Dawan sudah saatnya diajarkan di SD dan SMP, agar anak-anak kita tidak melupakan bahasa daerah sebagai bahasa Ibu", beber Juandi.

Halaman:

Tags

Terkini