pendidikan

Belum Ada Sekolah di NTT yang Masuk 200 Besar Terbaik

Jumat, 24 Februari 2023 | 07:49 WIB
Gubernur NTT saat berkunjung ke Dinas Pendidikan. (Dok. Humas Prov)

NTTHits.com, Kupang - Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat kecewa, karena hingga saat ini tidak ada satu Sekolah Menengah Atas (SMA) atau Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yanf masuk 200 besar sekolah terbaik di Indonesia.

“Saat menjadi gubernur, saya sudah mendorong secara serius agar ada satu SMA dan satu SMK yang harus bisa masuk dalam sekolah unggulan 200 terbaik Indonesia, namun sampai dengan sekarang hal ini belum juga dapat dicapai," tegas Viktor saat mengunjungi Dinas Pendidikan NTT, Kamis, 23 Februari 2023.

Karena itu, dia mengingatkan agar kualitas dan mutu pendidikan diperhatikan dan diawasi secara lebih serius lagi.

Baca Juga: Terima Dubes Italia, Gubernur NTT Tawarkan Kerjasama Energi Baru Terbarukan

“Saya minta kualitas pendidikan diperhatikan dan diawasi betul. Begitu juga dengan hal lainnya, mulai dari Dinas Pendidikannya, Pengelola dan penanggungjawab pada masing-masing bidang pendidikan, terlebih yang berkaitan dengan kualitas dan mutu Pendidikan. Kepala Sekolah sampai kepada para pengajarnya bahkan sampai kepada siswa dan siswinya," tandasnya.

Dia mengaku bermimpi untuk membawa NTT menjadi provinsi yang betul-betul punya pelayanan prima.

"Saya terganggu betul dengan sekolah-sekolah baru yang baru bangun satu sampai dengan dua tahun, tetapi bisa menjadi sekolah terbaik, pilihan terbaik. Bahkan kalau anak-anak NTT masuk situ, kebanggaannya luar biasa,” katanya.

Baca Juga: Polisi Terapkan Sistem Buka Tutup Jalan di Lokasi Longsor Takari

Karena iru, dia meminta jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk mencari tahu penyebab dan jalan keluar mengapa sekolah-sekolah tidak ada yang masuk dalam jajaran 200 sekolah terbaik di Indonesia.

“Apa yang menyebabkan kita tidak masuk dalam 200 besar sekolah terbaik di Indonesia. Saya sebagai gubernur selalu bertanya-tanya. Setelah saya cek, ternyata kita lebih banyak kerja hanya administrasi saja, daripada pelayanan pembangunan kemanusiaan yang berkualitas," tandasnya.

“Jadi kita prinsipnya menjalankan kantor ini hanya sebagai kantor administrasi saja. Saya pikir perlu dirubah cara berpikirnya, paradigmanya harus dirubah. Harusnya kantor ini mampu untuk melahirkan sumber daya manusia unggul," tegasnya.

Baca Juga: Akhirnya, Pemkot Kupang Putuskan Rekrut Kembali PTT Yang Dirumahkan

Karena itu, dia memilih 4 sekolah, yakni 2 SMA dan 2 SMK yang diambil alih untuk disupervisi dan dipantau secara khusus.

"Jadi untuk empat sekolah ini saya ambil alih, kalian pilih sendiri. Kalau SMA sudah ada, yaitu SMA Negeri 1 Kupang dan SMA Negeri 6 Kupang, tinggal 2 (dua) nama SMK yang belum ada keputusan," katanya.

Halaman:

Tags

Terkini