NTTHits.com, Kupang - Kepala SMK Maritim Nusantara, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jesica Sodakain, dituding melakukan upaya pemindahan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) para siswa dari SMK Pelayaran ke SMK Maritim Nusantara, tudingan tersebut berawal dari adanya polemik antara SMK Pelayaran dan SMK Maritim Nusantara yang terus bergulir sejak Juli lalu.
Menjawab tudingan dari pengurus SMK Pelayaran yang berada dibawah naungan Yayasan Pendidikan dan Latihan Keterampilan Maritim Indonesia (Yaspeltra Marindo) ditegaskan bahwa pemindahan Dapodik siswa dari SMK Pelayaran ke SMK Maritim Nusantara tersebut atas persetujuan dan permintaan dari para orangtua siswa sendiri.
“Data Dapodik itu sah, saya yang mengeluarkan anak-anak dari SMK Pelayaran ke SMK Maritim, pemindahan Dapodik siswa dilakukan atas permintaan orang tua untuk mengeluarkan anak mereka dari SMK Pelayaran,” tegas Kepala SMK Maritim Nusantara, Jesica Sodakain, Kamis, 28 November 2024.
Menurut dia, aksi pemindahan Dapodik para siswa tersebut bukan atas keinginannya, namun hal tersebut dilakukan karena atas dasar permintaan orang tua siswa untuk dikeluarkan dari SMK Pelayaran Kupang. Selain dituding memindahkan Dapodik siswa, Kepala SMK Pelayaran juga disebut telah dipecat dari jabatan Kepala Sekolah Dewan Pembina Yayasan Yaspeltra Marindo, Jefri Antony.
Pemerhati Pendidikan, Lany Koroh, menjelaskan, pendidikan di NTT sedang tidak baik-baik saja. Setelah masalah di Universitas PGRI, kini muncul konflik antar SMK. Masalah internal yayasan telah mengorbankan para siswa.
Baca Juga: AgenBRILink di Merauke, Wujudkan Kemajuan Ekonomi dan Harapan Baru bagi Warga Transmigrasi
"Pada intinya, kami tidak mau siswa - siswi menjadi korban, karena kepercayaan orangtua dititipkan pada SMK, meski ada kisruh anak - anak tidak boleh dirugikan,” tegas Lany.
SMK Maritim Nusantara Kupang saat ini memiliki 295 siswa-siswi dengan 25 tenaga pengajar. Untuk siswa tetap belajar dengan nyaman dan aman pihak yayasan SMK Maritim Nusantara menyewa gedung untuk memastikan siswa tetap bisa belajar dan mendapat pendidikan terbaik demi masa depan para siswa. (*)