Polemik SMK Pelayaran vs SMK Maritim Nusantara, Dituding Pindahkan Dapodik Siswa, Kepsek : "Ini Permintaan Orangtua"

photo author
Lidya Radja, NTT Hits
- Kamis, 28 November 2024 | 21:17 WIB
Orangtua siswa SMK Maritim Nusantara Kupang
Orangtua siswa SMK Maritim Nusantara Kupang

NTTHits.com, Kupang - Kepala SMK Maritim Nusantara, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jesica Sodakain, dituding melakukan upaya pemindahan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) para siswa dari SMK Pelayaran ke SMK Maritim Nusantara, tudingan tersebut berawal dari adanya polemik antara SMK Pelayaran dan SMK Maritim Nusantara yang terus bergulir sejak Juli lalu. 

Menjawab tudingan dari pengurus SMK Pelayaran yang berada dibawah naungan Yayasan Pendidikan dan Latihan Keterampilan Maritim Indonesia (Yaspeltra Marindo) ditegaskan bahwa pemindahan Dapodik siswa dari SMK Pelayaran ke SMK Maritim Nusantara tersebut atas persetujuan dan permintaan dari para orangtua siswa sendiri.

Baca Juga: Syarat Jadi Kiper Timnas Indonesia Ala Kim Bong-soo, Mental Baja hingga Kharisma, Begini Statistik Marten Paes vs Ernando Ari

“Data Dapodik itu sah, saya yang mengeluarkan anak-anak dari SMK Pelayaran ke SMK Maritim, pemindahan Dapodik siswa dilakukan atas permintaan orang tua untuk mengeluarkan anak mereka dari SMK Pelayaran,” tegas Kepala SMK Maritim Nusantara, Jesica Sodakain, Kamis, 28 November 2024.

Menurut dia, aksi pemindahan Dapodik para siswa tersebut bukan atas keinginannya, namun hal tersebut dilakukan karena atas dasar permintaan orang tua siswa untuk dikeluarkan dari SMK Pelayaran Kupang. Selain dituding memindahkan Dapodik siswa, Kepala SMK Pelayaran juga disebut telah dipecat dari jabatan Kepala Sekolah Dewan Pembina Yayasan Yaspeltra Marindo, Jefri Antony. 

"Saya sama sekali secara pribadi tidak memegang surat pemecatan dari yang terhormat dewan pembina, Jefri Antony, Kalau memang ada suratnya, mana buktinya?, tambah Jesica.
 
 
Orangtua siswa Kelas XII SMK Maritim Nusantara, Nikodemus Padakama, mengatakan, kisruh internal antara SMK Pelayaran dan SMK Maritim Nusantara jangan membuat anak atau siswa menjadi korban, sehingga para orangtua siswa sepakat menandatangani surat persetujuan tanpa paksaaan pihak manapun untuk mengeluarkan anak-anak dari SMK Pelayaran dan masuk ke SMK Maritim Nusantara. 
 
"Kami tidak mau anak-anak kami terlantar, sehingga atas kemauan sendiri, kami orangtua dan anak sepakat untuk pindah atau dikeluarkan dari SMK Pelayaran, saya juga termasuk tandatangani surat itu,"tandas Nikodemus.
 
Sari Dewi Astuti, orangtua siswa Rehan Malelak Kelas XI,  menjelaskan sebagai orangtua dirinya tidak merasa diintimidasi atau dipaksakan, namun atas kemauan sendiri demi pendidikan anak, diputuskan untuk dipindahkan ke SMK Maritim Nusantara, sehingga untuk urusan Dapodik, proses Belajar Mengajar (KBM) dan manajemen sekolah diserahkan sepenuhnya ke SMK Maritim Nusantara.
 
 
"Untuk intimidasi tidak ada, karena kami bukan anak kecil, kami orangtua kami yang mengeluarkan uang untuk sekolah, sehingga kami percayakan ke SMK Maritim Nusantara,"ujar Sari.

Pemerhati Pendidikan, Lany Koroh, menjelaskan, pendidikan di NTT sedang tidak baik-baik saja. Setelah masalah di Universitas PGRI, kini muncul konflik antar SMK. Masalah internal yayasan telah mengorbankan para siswa.

Baca Juga: AgenBRILink di Merauke, Wujudkan Kemajuan Ekonomi dan Harapan Baru bagi Warga Transmigrasi

"Pada intinya, kami tidak mau siswa - siswi menjadi korban, karena kepercayaan orangtua dititipkan pada SMK, meski ada kisruh anak - anak tidak boleh dirugikan,” tegas Lany.

SMK Maritim Nusantara Kupang saat ini memiliki 295 siswa-siswi dengan 25 tenaga pengajar. Untuk siswa tetap belajar dengan nyaman dan aman pihak yayasan SMK Maritim Nusantara menyewa gedung untuk memastikan siswa tetap bisa belajar dan mendapat pendidikan terbaik demi masa depan para siswa. (*)

 

 

 

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Lidya Radja

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X