STY: Langsung mencuri perhatian sebagai pelatih utama Seongnam Ilhwa Chunma. Prestasinya mencakup juara Liga Champions AFC 2010 dan Piala FA Korea 2011.
Baca Juga: Balita di Kupang Meninggal Akibat Rabies, DPRD Tuding Pemkot Lalai
3. Karier Kepelatihan di Tim Nasional
Kluivert: Pernah menangani Timnas Curacao dan menjadi direktur akademi tim muda Barcelona serta PSG. Namun, belum mencatatkan prestasi signifikan di turnamen besar.
STY: Berpengalaman memimpin Timnas Korea Selatan di Olimpiade 2016 dan Piala Dunia 2018. Prestasi terbaiknya adalah membawa Korsel mengalahkan Jerman 2-0 di Piala Dunia 2018. Bersama Timnas Indonesia, STY mengantar Garuda ke final AFF 2020, Piala Asia 2023, dan babak kualifikasi Piala Dunia 2026.
Baca Juga: Program Makan Bergizi Gratis Bagi 70 Ribu Siswa di Kota Kupang Diundur
Kluivert atau STY: Siapa yang Lebih Baik?
Kluivert unggul dalam pengembangan pemain muda, sementara STY telah membuktikan diri di turnamen besar. Kelebihan STY adalah kemampuannya mengatasi tekanan tinggi di level internasional, termasuk membangun mentalitas juara di Timnas Indonesia.
Keputusan PSSI ini jelas penuh risiko. Apakah Kluivert mampu membawa Garuda terbang lebih tinggi? Atau justru akan ada penyesalan karena melepas STY yang telah terbukti tangguh? Hanya waktu yang akan menjawab.***