nasional

Joko Widodo Buka Perdagangan BEI 2023

Senin, 2 Januari 2023 | 16:53 WIB
Pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia (Lidia Radjah)

NTTHits.com, Jakarta- Presiden RI, Joko Widodo, saat pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), mengatakan, pelaku pasar modal diharapkan terus menjaga semangat dan optimisme memasuki tahun 2023, dengan terus mengawal Pertumbuhan Ekonomi Nasional (PEN) yang berkelanjutan.

"Kinerja pasar modal Indonesia semakin baik, sehingga dapat terus mendukung perekonomian nasional dan melewati rintangan serta menjawab berbagai tantangan di tahun 2023,"kata Presiden RI,Joko Widodo,saat Pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin, 2 Januari 2023.

Dalam kajian selama 10 bulan terakhir, menunjukkan Indonesia telah berhasil mengendalikan pandemi Covid-19, dengan dicabutnya kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat lebih baik dari tahun 2022.

Baca Juga: Tidak Penuhi PAD, Dishub Akui Ada Kebocoran Retribusi Parkir di Kota Kupang

Menteri Keuangan (Menkeu) RI, Sri Mulyani berharap, hadirnya Presiden RI, pada pembukaan perdagangan BEI dapat memberikan semangat dan motivasi kepada pelaku pasar, self-regulatory organizations, dan seluruh Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dalam rangka membangun integritas dan kredibilitas investor.

Pemerintah serta otoritas sektor keuangan akan menghadapi ujian berupa pengendalian inflasi, pencegahan resesi, pemilihan ekonomi pasca-pandemi, serta meningkatkan sumber pembiayaan jangka panjang yang perlu ditingkatkan

"Tahun 2023 merupakan tahun ujian,bagi seluruh pihak baik di sektor keuangan maupun sektor lainnya,"kata Sri Mulyani.

Baca Juga: DAU Pendidikan Kota Kupang Rp.40,1 Milliar

Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar,menyampaikan, kinerja perekonomian Indonesia, dicerminkan dari kinerja pasar modal jauh lebih baik, dibanding negara-negara di Eropa dan Asia.

"Prioritas dalam pasar modal Indonesia ke depan, yaitu peningkatan integritas, akuntabilitas dan kredibilitas,"kata Mahendra.

Menurut dia,dengan kondisi yang positif,diperkirakan peningkatan investasi di pasar modal Indonesia akan terus membaik di 2023.

Baca Juga: Kota Kupang Siapkan Rp.9 Milliar Bagi Ribuan Balita Gizi Buruk

Data 30 Desember 2022, IHSG telah berada di posisi 6.850,62 poin atau berhasil tumbuh sebesar 4,09 persen secara year-to-date. sebelumnya  13 September 2022,  IHSG pernah menembus rekor tertinggi sepanjang sejarah di level 7.318,01 poin, Selain itu,kapitalisasi pasar mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah pada tanggal 27 Desember 2022 sebesar Rp9.600 triliun.

Seiring dengan pertumbuhan IHSG tersebut, kapitalisasi pasar juga tumbuh sebesar 15,06 persen secara year-to-date yaitu sebesar Rp.9.499 triliun atau 50 persen dari PDB Indonesia tahun 2022.

Halaman:

Tags

Terkini