nasional

Dipecat dari PT Timah, Wenny Myzon Bongkar Dugaan Korupsi yang "Dilindungi" KPK

Minggu, 9 Februari 2025 | 19:11 WIB
Pegawai ex PT Timah, Wenny bongkar dugaan kasus korupsi di kantornya. (tiktok.com/wennymyzon1)

NTT Hits.com, Jakarta – Setelah dipecat dari PT Timah Tbk karena unggahan kontroversialnya, Dwi Citra Weni alias Wenny Myzon kembali membuat heboh. Kali ini, ia menuding adanya dugaan korupsi di tubuh perusahaan, bahkan menyebut keterlibatan "orang dalam" di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang melindungi kasus tersebut.

Serangan Balik: "Yang Menyingkirkan Saya Justru Terlibat Korupsi"

Lewat akun TikTok pribadinya @wennymyzon1, pada Jumat (7/2/2025), Wenny melontarkan pernyataan mengejutkan. Ia mengklaim bahwa salah satu petinggi BUMN PT Timah Tbk, yang diduga berperan dalam pemecatannya, justru terlibat dalam skandal korupsi.

Baca Juga: 10 Kementerian Terkena Pemangkasan Anggaran, Polri & Lembaga Penegak Hukum Aman!

"Cie-cie berusaha banget menumbangkan saya, dari membayar wartawan buat berita menggiring opini 'hororer' menjadi 'honorer', dan sekarang ketahuan deh nge-up ke Lamtur," tulisnya.

Sindiran Pedas: "Barang Mewah KW" dan "Saudara di KPK"

Wenny juga menyindir petinggi tersebut yang berusaha menutupi gaya hidup mewahnya dengan dalih barang-barang bermerek yang dimilikinya hanyalah produk tiruan (KW) agar terhindar dari sorotan publik dan audit keuangan.

"Nanti video sepatu, tas yang katanya KW saya post gimana? Ups, lupa punya saudara di KPK ya. Gapapa, setidaknya masyarakat tau kalau selama ini dikibul," lanjutnya.

Selain itu, ia menyinggung dugaan penggelembungan anggaran (mark up) dari proyek pengadaan di PT Timah, termasuk dalam pembelian makanan.

"Kalau aku hina-hina gini nggak pernah ngibul orang, apalagi makan duit-duit proyek pengadaan," tambahnya.

Baca Juga: Finalisasi PPDS untuk SNBP 2025 4 Kali Diundur, Ribuan Siswa Nyaris Gagal Daftar karena Kelalaian Sekolah

Dugaan Mark Up Nasi Kotak

Salah satu skema korupsi yang disorot Wenny adalah mark up dalam pembelian nasi kotak, yang diduga digunakan sebagai modus untuk menyedot anggaran perusahaan.

Meskipun Wenny tidak menyebut nama secara langsung, banyak warganet menduga ia sedang menyindir oknum pegawai yang memanfaatkan anggaran perusahaan untuk kepentingan pribadi.

Baca Juga: Kasus Penembakan 5 WNI di Malaysia: Kemlu RI Bantah Dugaan Penyelundupan Narkoba dan Senjata

Pamer Penghasilan Ratusan Juta: "Maaf, Gaji Saya Bukan dari Mark Up!"

Setelah dipecat, Wenny tetap aktif di media sosial dan terus mengunggah video dengan gaya satir khasnya.

Dalam sebuah unggahan Instagram, ia menyebut warganet sebagai "kaum julitur" (julid dan turah alias tukang gosip) sambil memamerkan bisnisnya.

Tidak hanya itu, ia juga menampilkan penghasilannya yang diklaim mencapai ratusan juta rupiah, seolah ingin membuktikan bahwa pemecatannya dari PT Timah tidak memengaruhi kehidupannya.

Halaman:

Tags

Terkini