NTTHits.com, Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengirimkan 65 tenaga kesehatan (nakes) untuk membantu penanganan korban gempa bumi di Turki dan Suriah.
"Tim medis ini akan diberangkatkan pada Senin (13/2), dalam satu kloter dengan pesawat khusus,” kata Pelaksana Tugas Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, Sumarjaya, dikutip dari ANTARA, pada Minggu (12/2).
Sumarjaya mengatakan, tenaga medis yang dikirim terdiri atas dokter spesialis, tenaga kesehatan, dan tenaga pendukung kesehatan.
Dokter spesialis terdiri atas spesialis bedah, spesialis orthopedi, spesialis anestesiologi, ahli pediatri, spesialis emergensi, spesialis kandungan, dan psikiatater.
Baca Juga: 30 Ribu Lebih Orang Meninggal Akibat Gempa Truki-Suriah
Tenaga kesehatan yakni dokter umum, perawat kamar bedah, perawat IGD, perawat ICU, psikolog, farmasi, bidan, epidemiolog, ahli gizi dan kesehatan lingkungan. Tenaga pendukung kesehatan di antaranya administrasi, logistik, dan koordinator kesehatan.
"Nantinya tim kesehatan dari Kemenkes akan bergabung dengan 39 tenaga medis dari TNI, Polri, dan BNPB sebagai Emergency Medical Team (EMT)," katanya.
Sumarjaya menekankan, dalam misi kemanusiaan ini, Kemenkes mengutamakan pada penyediaan layanan kesehatan yang cepat dan tepat kepada korban terdampak gempa.
Dengan pertimbangan itu, Pemerintah Indonesia akan mendirikan rumah sakit lapangan dengan layanan EMT tipe 2, karena peralatan dan layanan kesehatan yang disediakan tergolong lengkap serta dapat melakukan tindakan operasi khusus di lapangan.
Baca Juga: Terperangkap 5 hari, Dua Perempuan Selamat dari Gempa Turki-Suriah
Terkait dengan kapasitas, Sumarjaya mengatakan bahwa rumah sakit lapangan EMT tipe 2 memiliki kapasitas cukup besar, di antaranya mampu melayani pasien rawat jalan sebanyak 100-150 orang per hari, rawat inap 10 pasien per hari, bedah minor 10 pasien per hari, bedah mayor 1-2 pasien per hari, dan mobile mampu melayani 50 pasien per hari.
“Kalau sekarang yang kita bawa Tim EMT tipe 3, tidak semua negara punya, kita upgrade dari tipe 2 karena di lapangan kita butuh X-ray, butuh meja operasi, itu kita bahwa semua,” katanya.
Disamping tim medis, pada tahap awal ini, Kemenkes juga akan mengirimkan 2,5 ton logistik kesehatan terdiri dari logistik non medis, perangkat medis, obat-obatan, dan Bantuan Medis Habis Pakai (BMHP).
Baca Juga: Digugat, Komite Pemilihan Pastikan Erick Thohir Penuhi Syarat Calon Ketua Umum PSSI