mancanegara

Pernyataan Juru Bicara Sekretaris Jenderal Stéphane Dujarric Mengenai Gaza

Senin, 13 Oktober 2025 | 14:00 WIB
Pernyataan Juru Bicara Sekretaris Jenderal

NTTHits.com, Gaza - Sekretaris Jenderal, Stéphane Dujarric menyambut baik kelanjutan implementasi gencatan senjata di Gaza, yang didasarkan pada usulan dari Presiden AS Donald J. Trump, termasuk pembebasan para sandera Israel dan tahanan Palestina.

Beliau memberikan apresiasi kepada Pemerintah Qatar, Mesir, Amerika Serikat, dan Türki atas upaya mediasi mereka yang gigih, serta mengakui peran krusial Komite Internasional Palang Merah (ICRC) dalam memastikan semua proses pembebasan berlangsung dengan aman dan manusiawi.

Dengan berlakunya gencatan senjata ini, masyarakat Gaza dan Israel mulai melihat secercah harapan yang rapuh akan ketenangan setelah berbulan-bulan mengalami kehancuran.

Baca Juga: Indonesia dan FAO Dorong Wirausaha Tani Anak Muda Lewat Pelatihan Petani Keren

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan para mitranya tengah meningkatkan skala operasi secara cepat di seluruh Gaza.

Badan-badan PBB menjangkau komunitas-komunitas di daerah yang terputus aksesnya selama berbulan-bulan untuk menyalurkan bantuan penyelamat jiwa.

Upaya-upaya ini menandai langkah awal yang esensial untuk menstabilkan kondisi dan memulihkan martabat dasar manusia. Namun, kebutuhan yang ada masih sangat besar, dan akses serta pendanaan yang berkelanjutan bersifat krusial.

Sekretaris Jenderal Stéphane Dujarric menyerukan kepada semua pihak untuk memperkuat gencatan senjata ini dan mengubahnya menjadi perdamaian yang permanen.

Baca Juga: Janji Besar Bupati TTU Soal Kuliah Gratis 2000 Cama TTU, Disoroti KAI TTU. Dirno Opat : Jika Gagal, Ganti Nama Pemimpin Namoe Alias Omong Kosong

Beliau mengimbau para aktor regional dan internasional untuk memanfaatkan momen ini untuk memulai kembali proses politik yang kredibel, yang dapat mewujudkan hasil akhir berupa dua negara yang merdeka, berdaulat, demokratis, Israel dan Palestina, yang hidup berdampingan dalam perdamaian dan keamanan di dalam wilayah perbatasan yang aman dan diakui berdasarkan garis batas pra-1967, dengan Yerusalem sebagai ibu kota kedua negara – sejalan dengan hukum internasional, resolusi-resolusi PBB, dan perjanjian relevan lainnya. (*)

Tags

Terkini

Komisi PBB Temukan Israel Lakukan Genosida di Jalur Gaza

Selasa, 16 September 2025 | 15:40 WIB