NTTHits.com, Kupang - Kasus Stunting, Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) jadi masalah serius karena masih tingginya prevelensi atau jumlah keseluruhan penyakit yang terjadi pada suatu waktu tertentu di suatu wilayah.
“Masih tingginya prevelensi stunting, angka kematian ibu dan bayi merupakan permasalahan serius di Kota Kupang,”kata Kepala Bappeda Kota Kupang, Djidja Kadiwanu, saat pertemuan reguler Pokja Stunting,AKI dan AKB, Jumat, 29 Juni 2023.
Baca Juga: Oknum PTT Dishub Kota Kupang Dilaporkan Selingkuh Terancam di Pecat
Data Oktober 2021, tercatat stunting berada di angka 26,2persen atau sebanyak 25.089, yang terdiri dari stunting sebanyak 3.082 balita dan gizi buruk 1.031 balita, sementara kasus kematian ibu sebanyak 8 kasus dan kematian bayi, tercatat 22 kasus.
Desember 2022, kasus stunting turun menjadi 21,5persen atau berada di angka 5.497 balita, jumlah kematian ibu sebanyak 8 kasus dan kematian bayi berada diangka 22 kasus.
Baca Juga: Toko Roti Kahang, Bambu Kuning dan Bondi Cafe Ogah Bayar Pajak Daerah Ratusan Juta Rupiah
Juni 2023, tercatat stunting kota Kupang turun 2,5persen jadi 19,03persen atau sebanyak 4.543 balita, angka kematian bayi tercatat 14 kasus, sementara angka kasus kematian Ibu tidak ada.
“Pemerintah kota Kupang berkomitmen untuk turunkan angka kematian ibu dan bayi melalui pelayanan kesehatan ibu,bayi dan balita dalam rencana pembangunan daerah kota Kupang,” tambah Djidja.
Baca Juga: Hotel Sasando Kupang Tunggak Pajak Capai Setengah Milliar Rupiah
Penurunan prevelensi stunting AKI dan AKB menjadi salah satu isu strategis dalam penyusunan Rencana Pembangunan Daerah Kota Kupang (RPD-KK) dengan target stunting ditahun 2026 menjadi 6persen, sementara AKI 0/ 100ribu kelahiran hidup dan AKB 2/ 1000 kelahiran hidup.