kesehatan

Penyakit Tekanan Darah Tinggi di Kota Kupang Capai 10.369 Penderita

Jumat, 8 September 2023 | 11:05 WIB
Kadis Kesehatan Kota Kupang, Drg. Retnowati

NTTHits.com, Kupang - Penderita penyakit tekanan darah tinggi atau Hipertensi di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai 34,7persen atau sebanyak 10.369 orang berdasar hasil tes yang dilakukan pada individu yang sehat untuk mendeteksi dan menyembuhkan penyakit sejak awal kemunculannya atau kerap dalam istilah medis di sebut screening. 

" Capaian screening itu hasilnya 34,7persen atau ada 10.369orang yang mengalami hipertensi,"kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, Retnowati, saat mengelar pelatihan terhadap bagaimana mencegah stroke terhadap penderita Hipertensi, Jumat, 8 September 2023.

Baca Juga: Kadin NTT Gandeng Investor Australia-China Lirik Tambang Mangan Sekaligus Bangun Smelter di KIB

Menurut dia, dengan target screening sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM 8) setelah dilakukan screening pada total sasaran sebanyak 29.897 orang, ditemukan 10.369 diantaranya mengalami hipertensi. Hal tersebut merupakan hasil screening awal atau sementara yang belum diketahui apakah hipertensi permanen atau tidak, karena tahapannya akan ada lagi tindak lanjut setelah pemeriksaan awal untuk memastikan riwayat penyakit penderita.

"Yang kita screening awal itu, pada saat diperiksa saat itu mengalami hipertensi, tapi apakah permanen atau tidak masih ada tahapan lagi untuk memastikan,"tambah Retnowati.

Baca Juga: Penuhi Hak dan Lindungi Anak, DP3A NTT Goes to School Sosialisasi dan Edukasi di Tiga Sekolah

Selain melakukan screening untuk penyakit hipertensi, juga ditemukan juga penderita penyakit diabetes mellitus dan gangguan jiwa awal, sehingga yang telah dilakukan screening akan di rujuk ke Pusat layanan Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) untuk mengikuti pengobatan rutin. 

Ketiga jenis penyakit tersebut merupakan penyakit tidak menular, namun cukup memakan biaya besar karena termasuk penyakit kronis yang tidak gampang pulih dan jika divonis menderita diabetes, maka seumur hidup akan minum obat, begitu juga dengan hipertensi yang dikenal sebagai penyakit silent killer atau pembunuh diam-diam, karena penderita hipertensi bisa mengalami komplikasi pada gangguan jantung. ginjal dan stroke.

Baca Juga: Tiga Remaja Putra Kaget Lihat Sosok Mayat Terapung di Cekdam Boifeka, Timor Tengah Utara.

"Ada kalanya jenis penyakit ini belum menimbulkan gejala yang fatal, sehingga kadang orang tidak sadar, ini yang ditakutkan makanya Hipertensi disebut silent killer karena tidak sadar dan ditunjang dengan pola hidup yang tidak sesuai, maka kalau cacat karena stroke, kalau tidak lumpuh berarti meninggal," tutup Retnowati. (*)

 

Tags

Terkini

370 Perempuan di Kota Kupang Dapat Vaksin HPV

Selasa, 3 Februari 2026 | 15:46 WIB