humaniora

Hujan dan Angin Kencang, Dampak Bibit Siklon 97S Landa Wilayah NTT

Minggu, 5 Februari 2023 | 13:52 WIB
Data BMKG (tangkapan layar)

NTTHits.com, Kupang - Berdasarkan citra satelit pada 4 Februari 2023 yabg dilansir BMKG, diketahui Bibit Siklon 97S masih terpantau di Samudera Hindia selatan Nusa Tenggara Barat, tepatnya di sekitar 13.2°LS 115.6°BT, kecepatan angin maksimum 15 knot dan tekanan udara minimum 1003.9 mb.

Citra satelit Himawari-9 kanal Enhanced-IR menunjukkan adanya aktivitas awan- awan konvektif dalam 6 jam terakhir. Dari data angin perlapisan sirkulasi masih belum jelas terlihat.

Pada lapisan bawah angin cukup kencang terlihat di utara sistem. Pada lapisan menengah dan lapisan atas kecepatan angin lemah. Kondisi lingkungan sekitar bibit ini yang mendukung tumbuh kembang bibit seperti, divergensi lapisan atas kuat (20 - 25 s-1), vortisitas kuat di lapisan bawah hingga menengah, MJO di kuadrant 3 dan suhu muka laut yang hangat (28-30°C).

Baca Juga: BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca, Ini Daerah yang Berpotensi Diguyur Hujan

Faktor yang belum mendukung tumbuh kembang bibit ini adalah wind shear vertikal yang kuat (20-30 kt). Model NWP skala global menunjukkan sistem ini bergerak perlahan ke arah Barat Daya. Potensi bibit ini untuk tumbuh menjadi siklon tropis dalam 24 jam kedepan berada dalam kategori rendah.

Dampak tidak langsung dalam 24 jam kedepan bibit 97S terhadap kondisi cuaca di Indonesia yakni potensi hujan intensitas sedang-lebat yang disertai angin kencang di wilayah Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB dan NTT.

Tinggi Gelombang 1.25 - 2.5 meter: Selat Sape bagian selatan, Selat Sumba bagian Timur.

Tinggi Gelombang 2.5 - 4.0 meter : Perairan selatan Jawa Timur hingga P Pulau Sumbawa, Selat Bali - Lombok - Alas bagian selatan, Selat Sumba bagian barat, Laut Sawu, Perairan Kupang - Pulau Rote.

Baca Juga: BMKG Nyatakan 'Tabur Garam' Sukses Cegat Hujan Ekstrem ke Jabodetabek

Tinggi Gelombang 4.0 - 6.0 meter di Perairan selatan Pulau Sumba, Perairan Pulau Sawu, Samudra Hindia selatan Jawa Tengah hingga NTT.

Sedangkan Bibit siklon 95S terpantau berada di Samudera Hindia sebelah selatan Jawa Barat, tepatnya di sekitar 16.2°LS 107.8°BT. Kecepatan angin maksimum 20 knot dan tekanan udara minimum 1000.5 mb.

Citra satelit Himawari-9 kanal Enhanced-IR belum menunjukkan adanya aktivitas konvektif yang kuat. Sirkulasi siklonik terpantau di lapisan bawah hingga menengah namun masih melebar.

Baca Juga: Ini Rekomendasi BMKG Guna Antisipasi Cuaca Ekstrem

Di lapisan atas belum terlihat adanya sirkulasi, kecepatan angin lemah dan divergensi lemah (5-10 s-1). Beberapa kondisi lingkungan sekitar bibit yangcmendukung pertumbuhannya antara lain suhu muka laut yang hangat (27-29°C), dan MJO di kuadrant 3, Gelombang Equatorial Rorby serta vortisitas yang cukup kuat di sekitar sistem.

Halaman:

Tags

Terkini