humaniora

Warga Menduga Tambang Milik PT HMN Jadi Titik Awal Banjir di Pariti

Senin, 26 Desember 2022 | 14:07 WIB
Banjir menerjang Kabupaten Kupang (Istimewa)

NTTHits.com, Kupang - Banjir yang menerjang pemukiman warga di Desa Pariti, Kabupaten Kupang, NTT diduga akibat penambangan yang dilakukan PT Hutama Mitra Nusantara (HMN) di daerah itu.

Yabes Lau, warga setempat mengatakan banjir yang terjadi di dusun Kukak (dusun 4), titik masuk air ke permukiman warga berada di lokasi tambang milik PT HMN. Pada tahun-tahun sebelumnya titik tersebut telah menjadi titik masuk air ke permukiman warga saat banjir.

Tahun sebelumnya, jelas dia, pihak HMN telah melakukan penanganan dengan menumpuk material galian di titik masuknya air banjir, namun tumpukan material yang dibangun untuk menghalangi terjangan banjir tersebut jebol saat terjadi bnjir Minggu, 25 Desember 2022 dini hari.

Baca Juga: Ribuan Warga Kabupaten Kupang Terdampak Banjir

“HMN harus segera datang perbaiki lagi dan perbaikan itu harus sesuai dengan petunjuk yang sudah disampaikan dinas, kalau asal asalan banjir datang pasti jebol lagi dan kami disini yang korban,” katanya.

Yabes mengatakan banjir yang menerjang ini akibat luapan air banjir dari kali Noelbiboko, sungai terbesar di wilayah itu. Ketinggian genangan air di permukiman warga diperkirakan mencapai 50 centimeter hingga satu meter.

Dia mengatakan di dusun Kukak ada rumah warga yang bergeser akibat terjangan air. Harta benda milik sejumlah warga berupa ternak, perabot rumah tangga dan barang lain di dusun tersebut dikabarkan hanyut terbawa banjir.

Hingga pukul 13.00 WITA, air mulai surut dan pemerintah setempat dikatakan telah mengadakan posko pelayanan darurat di kantor Klasis Sulamu di dusun 4 untuk mengamankan warga dan barang milik mereka yang berhasil diamankan.

Baca Juga: Perayaan Natal di Kota Kupang Berjalan Aman

Ketua Kompak Pariti, Jermi Lau mengatakan persoalan banjir kali Noelbiboko yang selalu menerjang permukiman warga sudah harus membutuhkan penanganan serius dan permanen dari pemerintah bukan lagi penanganan darurat seperti yang selama ini dilakukan pihak perusahaan penambang pasca banjir.

Sepanjang alur sungai yang dipastikan sebagai titik masuk luapan air perlu dilakukan semacam tembok penahan atau lainnya untuk membendung terjangan air ke area permukiman.

Dikatakan Jermi, Kompak tengah berupaya berkoordinasi dengan pihak pemerintah terkait dengan penanganan permanen terhadap persoalan banjir Noelbiboko. (*)

Tags

Terkini