humaniora

Film “Mama Martha”  Dedikasi Bagi Perempuan Korban Kekerasan Seksual di NTT

Kamis, 22 Desember 2022 | 10:51 WIB
Konfrensi pers film (Lidya Radjah)

NTTHits.com, Kupang - Berlokasi di Batu Termanu, Kecamatan Rote Tengah, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT),  Rumah Produksi (PH) Langit Terang Sinema perdana memproduksi film “Mama Martha”(Wanita di Ladang Gula).

Penulis naskah dan sutradara, Jeremias Nyangoen mengatakan film tersebut didedikasikan sebagai edukasi dan advokasi bagi perempuan yang menjadi korban pelecehan dan kekerasan seksual, serta para ibu yang berjuang mencari keadilan bagi anak korban kejahatan seksual di NTT.

“Film ini didedikasi untuk perempuan, para ibu, mama –mama, bukan hanya di Rote-NTT,  tapi untuk Indonesia, bahkan negara-negara lain, karena korban tindak kekerasan seksual, sangat besar dan dilakukan orang-orang terdekat,” kata Jeremias Nyangoen saat malam perpisahan selesai syuting, Kamis, 22 Desember 2022.

Baca Juga: Ungkap Mafia Kredit di Bank NTT, Jaksa Periksa Analis Kredit

Dalam sinopsis film tersebut, mengangkat kisah perjuangan seorang ibu di NTT, mencari keadilan bagi kedua putrinya, Martha dan Bertha yang menjadi korban kekerasan seksual.

Data Komnas Perempuan tahun 2021, jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan di Indonesia sebanyak 338.496, mengalami peningkatan kasus di banding tahun 2020 yakni sejumlah 226.026.

93 persen korban tidak pernah melaporkan ke Aparat Penegak Hukum (APH), karena berbagai alasan diantaranya, malu serta takut karena diintimidasi oleh pelaku.

Sementara itu, pelaku kekerasan seksual adalah dari keluarga dan lingkaran terdekat korban.  Data menunjukkan, 10,3 persen pelaku kekerasan seksual adalah keluarga, 15,7 persen oleh pasangan atau pacar dan 47 persen oleh teman atau sebaya.

Baca Juga: IPW Desak Polisi Jelaskan SP3 Kasus Penembakan Elkana Konis

Film Producer Langit Terang Sinema, Rizka Sakira mengatakan Film “Mama Martha” Wanita di Ladang Gula, merupakan cerita yang diangkat dari kisah nyata, dikemas dalam cerita yang menarik dan menguras emosi, mengangkat lebih detail dengan sudut pandang psikis, sosok seorang ibu dari anak perempuan korban kekerasan seksual yang berjuang dan bangkit, mendapatkan sebuah keadilan.

“Film ini diangkat dari kisah nyata, dibuat menarik, karena lebih detail pada sosok dan sudut pandang seorang ibu dari anak korban kekerasan seksual, semoga film ini mengedukasi perempuan untuk berani bangkit menyuarakan,” kata Rizka.

Para pemeran utama dalam Film “Mama Martha” antara lain, Linda berperan sebagai Orpa, ibu Martha, Irma Oktarini memerankan Martha, Kesyalom Ratu berperan sebagai Bertha, adik perempuan Martha, dan karakter Damar, pacar Martha di perankan oleh Van Jhov.

Film berdurasi 2,5 jam tersebut akan diikutkan dalam film festival di Francis, Berlin, Busan dan beberapa negara lainnya termasuk Indonesia. (*)

Tags

Terkini