humaniora

DRPD TTU Datangi Pemkot Kupang Belajar Kelola Sampah dan Budidaya Ikan Air Tawar

Jumat, 4 Agustus 2023 | 16:43 WIB
Ass.Perekonomian Kota Kupang, Ignasius Lega- Ketua Komisi II DPRD TTU, Karolus Sonbay

NTTHits.com, Kupang - Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) di kunjungi Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), dalam rangka mempelajari metode pengelolaan budidaya ikan air tawar oleh Dinas Perikanan dan pengelolaan sampah pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK).

"Kedatangan dan kunjungan komisi II DPRD TTU, terkait dengan kegiatan dan strategi yang di buat oleh Pemkot Kupang dalam penanganan sampah dan pengelolaan perikanan,"kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Kupang, Ignasius Repelita Lega, Jumat, 4 Agustus 2023.

Baca Juga: Paket JITU 1 IndiHome, Solusi Aktivitas Digital Keluarga di Rumah

Menurut dia, kedatangan Komisi II DPRD TTU ingin melakukan studi tiru di Pemkot Kupang dalam hal penanganan kebersihan dan pengelolaan perikanan. Komisi II DPRD TTU akan dipertemukan langsung dan diberi penjelasan khusus oleh dinas terkait dalam agenda studi tiru tersebut. 

Berdasar data, Kota Kupang memiliki laut yang luas sekitar 12 mil, dengan luas lautnya, perhari mampu menghasilkan ikan kurang lebih 5 ton, sedangkan berkaitan program budidaya ikan air tawar berada di salah satu kelurahan kota Kupang.

Baca Juga: Pungli di SMAN 3 Kupang, Siswa Wajib Setor Hingga Rp.550ribu Dengan Dalil Penuhi Syarat Mutu Sekolah

Sedangkan dibidang DLHK khususnya soal sampah sejak mendapat julukan kota  terkotor se-Indonesia, Pemkot Kupang menetapkan salah satu fokus utama yaitu mengatasi masalah kebersihan melalui kegiatan kerja bakti Gerakan Pungut Sampah (GPS) yang melibatkan ASN dan PTT.

Kerja bakti yang rutin dilaksanakan juga berkolaborasi dengan stakeholder agar dapat mengurangi masalah sampah. Dengan adanya aksi tersebut, masyarakat Kota Kupang mulai sadar akan kebersihan walaupun masih diakui belum sepenuhnya teratasi.

Baca Juga: Sejumlah Proyek di NTT Kandas, Diduga Fee Proyek Masuk Kantong Pribadi

"GPS ini merupakan strategi untuk memberikan pengertian, contoh dan edukasi kepada masyarakat tentang kebersihan lingkungan,"tambah Ignas.

Ketua Komisi II DPRD TTU, Karolus Sonbay, mengatakan, dalam kunjungan kerja yang dijadwalkan selama dua hari tersebut, untuk melihat langsung sistem budidaya ikan tawar dan juga pengelolaan akhir sampah.

Baca Juga: Dugaan Korupsi Dana Bencana, Jaksa Geledah Rumah Mantan Bendahara dan Kepala BPBD Timor Tengah Utara

"Kedatangan kami untuk sharing dan melihat langsung sistem pengelolaan akhir sampah dan budidaya ikan air tawar, agar jadi praktik baik yang dapat diterapkan di TTU,"kata Sonbay

Kunjungan kerja tersebut, diharapkan ada praktik baik berbagi metode dan pengalaman dari Pemkot Kupang terkait pengelolaan sampah dan perikanan yang dapat dijadikan referensi untuk diterapkan di Kabupaten TTU. (*)

Halaman:

Tags

Terkini