humaniora

BI NTT Inisiasi Program Onboarding UMKM Masuk Dalam Ekosistem Digital

Rabu, 14 Juni 2023 | 14:24 WIB
Program Onboarding UMKM BI NTT

NTTHits.com, Kupang - Bank Indonesia (BI) perwakilan Nusa Tenggara Timur (NTT) menginisiasi program Onboarding, Digitalisasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan Kreativitas Sosial (BI-PRODUKS), untuk pengembangan UMKM dalam ekosistem digital yang inklusif dan hijau sekalaligus mendukung kebijakan Pemerintah Pusat, Daerah, Kantor Pusat Bank Indonesia dan pemangku kebijakan lainnya.

Salah satu upaya pengembangan UMKM adalah mendorong agar UMKM masuk ke ekosistem digital. Berdasar data se-Indoensia Desember 2022, sebanyak 20,76 juta UMKM sudah onboarding digital, tahun 2023 ditargetkan tambahan 4 juta UMKM onboarding digital, dan target pada tahun 2024, sebanyak 30 juta UMKM diharapkan sudah onboard digital.

Baca Juga: Telah Memenuhi Syarat, Paskalis Usfinit Ditetapkan Sebagai Sekretaris Prodi Keperawatan Universitas Timor

"Salah satu upaya pengembangan UMKM adalah mendorong agar UMKM masuk ke ekosistem digital,"kata Deputi Direktur BI NTT, Donny Heatubun, saat kegiatan Onboarding UMKM Potensial & Unggulan Tahun 2023, Rabu, 14 Juni 2023.

Pengembangan UMKM tersebut berorientasi ekspor, pengembangan UMKM digital, Business Matching Pembiayaan perbankan, pengembangan kelompok subsisten serta peningkatan produktivitas klaster pangan, penguatan jaminan produk halal melalui sertifikasi halal maupun fasilitasi IKRA, dan kreativitas sosial yang dirangkaikan dan dirangkum pada event Exotic Tenun Fest 2023 (ETF 2023). ETF 2023 diagendakan akan dilakukan pada tanggal 28 Agustus 2023.

Baca Juga: Standar dan Kualitas Layanan RSUD SK Lerik Buruk, Ombudsman NTT Diajak Konsultasi Publik

Menurut dia, UMKM menjadi salah satu mesin pertumbuhan ekonomi nasional karena berkontribusi terhadap 60,51% Produk Domestik Bruto (PDB) dan mampu menyerap hampir 96,92% dari total tenaga kerja nasional.

UMKM juga dipercaya memiliki ketahanan ekonomi yang tinggi sehingga dapat menjadi penopang bagi stabilitas sistem keuangan dan perekonomian. Namun demikian, pengembangan UMKM masih menghadapi berbagai kendala, sehingga perlu didukung dengan program pengembangan UMKM melalui 3 pilar yakni korporatisasi, kapasitas serta pembiayaan.

Baca Juga: Dua Dinas di Kota Kupang Buka Layanan Call Center

Dalam kegiatan Onboarding UMKM Potensial & Unggulan Tahun 2023, merupakan kelanjutan dari kegiatan Pelatihan UMKM dalam mendukung Sektor Pariwisata pada 15-16 Maret 2023 di Batu Cermin, Labuan Bajo Manggarai Barat yang diikuti 102 UMKM. Sebagai kontinuitas, 102 UMKM tersebut telah selesai menjalani tahapan seleksi (kurasi) untuk menjadi UMKM Binaan Bank Indonesia, yang terdiri dari 14 UMKM masuk kategori Potensial dan 6 UMKM masuk kategori unggulan.

Tahapan selanjutnya, 20 UMKM tersebut akan diberikan pendampingan dan pada akhirnya penilaian yang dilihat dari beberapa indikator keberhasilan. Sementara itu, UMKM lainnya (83 UMKM) yang perlu penguatan di beberapa kategori tetap diberi kesempatan untuk mendapatkan pelatihan secara online dengan materi yang sama seperti UMKM Potensial.

Baca Juga: Telkomsel Beri Bantuan Pendidikan dan Komunikasi, Apresiasi Bagi Guru Inspiratif di Pedalaman NTT

"Pembinaan ini betul-betul ingin mencetak UMKM yang berdaya saing di era digital,sekaligus pengembangan pasar dan akses pembiayaan,"tambah Donny. 

Salah satu kunci keberhasilan pengembangan UMKM ini adalah sinergi PENTAHELIX (Academy, Business, Community, Government, Media). Oleh karena itu kegiatan ini bertujuan mempererat sinergitas antar instansi atau lembaga agar program pengembangan UMKM di masing-masing lembaga lebih dapat terakselerasi (join program).

Halaman:

Tags

Terkini