humaniora

ASN NTT Keluhkan Kondisi Beras Rusak yang Disalurkan PT.Flobamor

Sabtu, 4 Maret 2023 | 15:32 WIB
Beras Rusak ASN NTT

NTTHits.com, Kupang - Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Timur (NTT) keluhkan jatah pembagian beras yang di distribusikan oleh PT.Flobamor Kupang, tidak layak dikonsumsi.

Beras yang terima para ASN Pemprov NTT, dalam kondisi tidak layak dimakan karena warnanya tidak putih melainkan kekuning kuningan, penuh batu halus dan kondisi beras hancur.

Baca Juga: Anak Anggota DPRD Kupang Diduga Menipu, Adolof Hun Saya Tidak Terlibat

"Beras yang diterima sudah dalam kondisi hancur, banyak batu dan kekuningan warnanya tidak putih,tahun tahun kemarin itu tidak terlambat seperti ini, biasanya diterima bersamaan dengan pembayaran gaji, ini terlambat sampai satu bulan, tambah lagi berasnya tidak layak makan," kata salah satu ASN NTT yang tidak ingin disebutkan namanya, Sabtu, 4 Maret 2023.

Selain beras tidak layak untuk dimakan, PT Flobamor dalam penyaluran beras juga seringkali terlambat, seeprti saat ini, jatah beras yang seharusnya di teirma bulan Pebruari, namun di bulan Maret baru diterima, padahal menurut dia, sebelum diambil alih oleh PT.Flobamor, pembagian jatah beras selalu bersamaan saat menerima gaji.

Baca Juga: Viral di Medsos, Anak Salah Satu Anggota DPRD Kota Kupang Diduga Lakukan Penipuan

Direktur Operasional PT.Flobamor, Run Ataupah, mengatakan, PT.Flobamor tidak bertanggung jawab atas beras rusak yang diterima oleh para ASN Pemprov NTT. Pembagian beras tersebut sudah sesuai dengan prosedur.

Sesuai prosedur, kata Ataupah, Standar Operasional PT Flobamor (SOP) sebelum penyerahan beras terlebih dahulu telah dilakukan penandatangan Berita Acara Serah Terima (BAST).

Beras jika dalam kondisi rusak dapat dikembalikan, apabila belum menandatangani BAST, namun jika sudah ditandatangani bukan lagi menjadi tanggungjawab PT.Flobamor.

"Kalau sudah terima, lalu tanda tangan BAST tapi masih mengeluh beras rusak, sudah bukan tanggung jawab kami," tutup Ataupah (*)

 

Tags

Terkini