NTTHits com, Kupang — Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, menyoroti lemahnya kehadiran pemerintah di ruang digital.
Ia menyebut bahwa banyak instansi pemerintahan di NTT telah memiliki situs web, namun tidak berfungsi sebagaimana mestinya karena tidak aktif diperbarui dan tidak menampilkan kegiatan nyata pemerintah.
“Setiap unit kerja sekarang membuat website sendiri-sendiri. Tapi kalau ditanya, apa website resmi Pemerintah NTT, banyak orang bilang ada dan tiada. Dibuka, ya ada, tapi tidak ada aktivitas di dalamnya,” ujar Melki Laka Lena dalam acara Rapat koordinasi (Rakor) bidang Komunikasi dan Informatika di Kupang, Senin (6/10).
Menurutnya, kondisi itu berbanding terbalik dengan aktivitas pribadi para ASN dan pejabat pemerintah yang sangat aktif di media sosial pribadi seperti Facebook, Instagram, dan TikTok.
“Setiap hari aktivitas kita jalan, tapi yang diunggah justru di akun pribadi. Facebook, TikTok, dan IG naik terus, tapi bicara soal aktivitas pemerintah, tidak kelihatan,” tegasnya.
“Jangan Kaget Kalau Pemerintah Dimaki di Medsos”
Melki menilai, ketidakaktifan pemerintah di ruang digital membuat masyarakat memiliki persepsi negatif terhadap kinerja pemerintah.
“Jadi jangan kaget kalau pemerintah dimaki-maki di media sosial. Tidak ada satu pun orang atau wakil dari pemerintah yang menjawab. Dari pusat sampai provinsi sama. Semua perangkat pemerintah ini seperti mati ketika pemerintah dikritik,” ujarnya.
Ia menambahkan, ketika tidak ada komunikasi atau penjelasan publik dari lembaga pemerintah, masyarakat akan menilai bahwa pemerintah tidak bekerja, uang negara tidak digunakan dengan baik, dan pelayanan tidak berjalan.
“Padahal setiap hari kita bekerja. Tapi karena tidak ada yang tampil menjelaskan, masyarakat anggap benar semua tuduhan itu,” kata Melki.
Baca Juga: Gubernur NTT Dorong Digitalisasi Pemerintahan untuk Pelayanan Publik yang Lebih Efisien
Kritik untuk Diri Sendiri dan Semua Aparat
Dalam nada reflektif, Gubernur NTT mengakui bahwa kritik ini juga ia tujukan untuk dirinya sendiri dan seluruh jajaran pemerintah daerah.
“Ini kritik buat saya sendiri dan kita semua. Ada yang salah dalam cara kita berpemerintahan model begini. Kita bicara soal ruang digital di mana-mana, tapi pemerintah tidak hadir di situ,” ujarnya.
Ia mencontohkan, hal sepele seperti makan siang pribadi pun ramai diunggah ke media sosial, sementara kegiatan resmi pemerintah jarang terdokumentasi atau dipublikasikan.