NTTHits.com, Jakarta – Banjir kembali melumpuhkan berbagai wilayah di DKI Jakarta, tetapi kali ini Gubernur Pramono Anung menyoroti penyebab utamanya yang bukan berasal dari curah hujan tinggi, melainkan air kiriman dari wilayah hulu.
Saat meninjau kondisi di Pintu Air Manggarai, Jakarta Selatan, Pramono menegaskan bahwa hampir 90 persen genangan yang terjadi merupakan limpahan air dari daerah di luar Jakarta.
“Curah hujan di Jakarta sendiri cukup rendah, jadi penyebab utamanya bukan itu. Ini lebih karena air kiriman dari hulu,” ujarnya pada awak media.
Baca Juga: Banjir Jakarta Meluas! Ini Deretan Titik Terdalam, Ada yang Capai 5 Meter
Pemprov DKI Gerak Cepat: Modifikasi Cuaca hingga Kampung Siaga Bencana
Menghadapi situasi yang makin parah, Pemprov DKI segera mengambil langkah strategis. Salah satunya adalah meminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
"Kita akan melakukan modifikasi cuaca untuk lima hari ke depan, melihat perkembangannya. Hari ini BNPB sudah mulai, dan paling lambat Kamis kita lanjutkan lagi,” jelas Pramono.
Selain itu, Pemprov juga berencana mengaktifkan kembali Kampung Siaga Bencana guna meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi risiko banjir.
"Ini kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan swasta untuk membantu warga yang terdampak," tambahnya.
Baca Juga: Solusi Dedi Mulyadi untuk Warga Karawang yang Langganan Banjir: Bangun Rumah Panggung 2,5 Meter
Tak Mau Salahkan Pihak Lain, Pramono: "Ini Tanggung Jawab Kami"
Di tengah polemik banjir yang sering memicu saling tuding, Pramono menegaskan bahwa Pemprov DKI tidak akan menyalahkan siapa pun.
"Kami tidak ingin menyalahkan siapa pun. Ini menjadi tanggung jawab Pemerintah Jakarta untuk mengatasinya," tegasnya.
Meski begitu, banjir kiriman yang terus terjadi menunjukkan bahwa permasalahan ini lebih kompleks dan membutuhkan koordinasi lebih luas dengan daerah hulu.***