NTTHits.com, Banjarnegara – Fenomena pergerakan tanah di Desa Ratamba, Kecamatan Pejawaran, Banjarnegara, terus meluas sejak 21 Januari 2025. Rekahan tanah yang semakin dalam mengakibatkan jalan kabupaten ambles, jaringan listrik rusak, dan 16 rumah hancur total, sementara 39 rumah lainnya terancam runtuh.
Dari pantauan visual, beberapa rumah roboh dan terbenam hingga setengah bangunan, bahkan ada yang rata dengan tanah, menyisakan atapnya saja. Kondisi jalan penghubung antara Kecamatan Pejawaran dan Kecamatan Batur juga mengalami keretakan parah, membuatnya mustahil dilewati kendaraan.
Baca Juga: Bencana Banjir Landa Sejumlah Wilayah di Indonesia, BNPB Imbau Warga Tetap Waspada!
Tanah Bergeser, Ancaman Longsor Kian Nyata
Menurut pemantauan Dinas ESDM Jawa Tengah pada 25 Januari 2025, lapisan tanah di wilayah terdampak terus bergeser. Perubahan ini terlihat dari semakin menumpuknya bangunan akibat pergerakan tanah serta bagian rumah yang semakin dalam terbenam.
Hasil kajian cepat menemukan rekahan dengan kedalaman mencapai 3 meter, yang semula hanya 2 meter kini telah melebar menjadi 5 meter. Singkapan batuan lempung yang ditemukan di lokasi diduga menjadi bidang gelincir, menyebabkan tanah terus bergerak ke arah barat daya.
Selain itu, fenomena ini diperburuk oleh genangan air dari beberapa mata air yang tertahan di lapisan lempung, membuat tanah semakin jenuh dan rawan longsor.
Baca Juga: Tim Gabungan BNPB Kerahkan Alat Berat untuk Buka Akses Jalan di Kabupaten Mamuju
Apa Penyebabnya?
Berdasarkan analisis sementara, beberapa faktor utama pemicu pergerakan tanah di Banjarnegara antara lain:
✅ Curah hujan ekstrem – Dalam periode dasarian II Januari 2025, hujan di Banjarnegara tercatat lebih dari 300 mm, termasuk kategori sangat tinggi. Hujan deras yang terus mengguyur membuat tanah jenuh air dan mudah bergerak.
✅ Drainase buruk – Saluran air dan sungai di sekitar lokasi belum menggunakan material kedap air, menyebabkan air meresap ke dalam tanah, meningkatkan tekanan air pori, dan mempercepat pergerakan tanah.
✅ Lapisan tanah lempung – Tanah di lokasi terdiri dari batulempung Formasi Kalibiuk, yang bersifat impermeabel. Saat hujan deras, air yang tertahan di lapisan ini membuat tanah semakin berat dan rentan longsor.
✅ Efek domino dari longsor di Pekalongan – Jarak antara Desa Ratamba dengan lokasi longsor maut di Desa Kasimpar, Pekalongan, hanya 30 km. Longsor di Pekalongan sebelumnya menewaskan 25 orang, menunjukkan betapa seriusnya ancaman di kawasan ini.
Baca Juga: BNPB Update Terkini Penanganan Bencana Hidrometeorologi di Indonesia
Evakuasi Massal, Warga Mengungsi
BPBD Banjarnegara bergerak cepat mengevakuasi warga terdampak. Saat ini, sebanyak 69 warga telah mengungsi, terdiri dari 62 jiwa di Kalireng, Ratamba dan 7 jiwa di Desa Biting.
Pemerintah Kabupaten Banjarnegara juga telah menyiapkan langkah darurat, termasuk: