humaniora

BNPB Luncurkan Operasi Modifikasi Cuaca untuk Tangani Darurat Bencana di Lampung dan Jawa Tengah

Jumat, 24 Januari 2025 | 10:52 WIB
Giat operasi modifikasi cuaca di wilayah Jawa Tengah pada Kamis (23/1).

NTTHits.com, Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bergerak cepat dengan menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Provinsi Lampung dan Jawa Tengah mulai Kamis (23/1). Langkah ini dilakukan untuk mempercepat penanganan darurat pascabanjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di kedua provinsi tersebut.

OMC di Lampung: Hujan Diredistribusi Demi Percepatan Pemulihan
Operasi OMC di Lampung dipusatkan di Bandara Radin Inten II dengan target lima sorti penerbangan. Pada Kamis, dua sorti penerbangan berhasil dilaksanakan dengan menyemai 2.000 kilogram Natrium Klorida (NaCl) ke awan-awan di langit Lampung menggunakan pesawat bernomor lambung PK-SNG.

Penyemaian awan ini bertujuan untuk mengalihkan hujan dari wilayah-wilayah terdampak banjir besar, seperti Kabupaten Pesawaran, Lampung Timur, dan Kota Bandar Lampung. Dengan redistribusi hujan, BNPB berharap genangan air yang masih tersisa dapat segera surut, sehingga proses pemulihan di wilayah terdampak bisa berjalan lebih cepat.

Baca Juga: Kepala BNPB Kunjungi Lokasi Banjir dan Tanah Longsor di Pekalongan, Berikan Arahan Penanganan Darurat hingga Pemulihan

Jawa Tengah: Fokus pada Wilayah Longsor dan Perairan Utara
Sementara itu, di Jawa Tengah, BNPB memprioritaskan penanganan bencana longsor di Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, serta banjir di beberapa daerah seperti Kabupaten Kendal, Batang, dan Demak.

BMKG memprediksi potensi pertumbuhan awan hujan yang tinggi di wilayah Jawa Tengah hingga Jumat (24/1). Oleh karena itu, OMC diarahkan untuk mengelola curah hujan yang berlebih. Pada Kamis, pesawat Caravan PK-SNN berhasil menyemai 2.000 kilogram NaCl di atas perairan Laut Utara Jawa Tengah selama 4 jam 18 menit dengan ketinggian terbang mencapai 8.000 kaki.

Operasi ini berpusat di Bandara Jenderal Ahmad Yani, Semarang, dan akan berlangsung hingga akhir pekan. Fokus utama adalah mengurangi intensitas hujan di wilayah-wilayah rawan, sehingga mempercepat proses pencarian korban longsor dan pemulihan banjir.

Baca Juga: Cuaca Ekstrem di Jawa Tengah, Ribuan Warga Terdampak Banjir dan Longsor, Tanggul Jebol Lumpuhkan Infrastruktur

Upaya Terpadu untuk Mitigasi Bencana
Dengan pelaksanaan OMC, BNPB menunjukkan komitmen dalam memanfaatkan teknologi untuk mengurangi dampak bencana alam. Selain redistribusi hujan, upaya ini juga diharapkan dapat meminimalisasi risiko bencana susulan di wilayah terdampak.

Tim gabungan dari BNPB, BMKG, dan TNI terus bersiaga untuk memastikan operasi berjalan lancar. Langkah ini diharapkan menjadi solusi efektif untuk mendukung pemulihan di Lampung dan Jawa Tengah.

Baca Juga: Bencana di Jawa Tengah, Ribuan Warga Terdampak Banjir dan Longsor, Waspada Cuaca Ekstrem

“OMC adalah salah satu bentuk intervensi teknologi yang strategis untuk mempercepat proses pemulihan daerah terdampak bencana. Kami berharap dengan upaya ini, masyarakat yang terdampak dapat segera kembali menjalani kehidupan normal,” ujar perwakilan BNPB.

Dengan sinergi antara teknologi, pemerintah, dan masyarakat, langkah ini menjadi bukti nyata bahwa penanganan bencana di Indonesia semakin adaptif dan modern.***

Tags

Terkini