humaniora

Bencana di Jawa Tengah, Ribuan Warga Terdampak Banjir dan Longsor, Waspada Cuaca Ekstrem

Rabu, 22 Januari 2025 | 11:02 WIB
Banjir di Kendal, Jawa Barat

NTTHits.com, Jakarta – Memasuki pekan terakhir Januari 2025, Provinsi Jawa Tengah dilanda rentetan bencana hidrometeorologi, mulai dari banjir hingga tanah longsor. Ribuan warga terdampak, sementara hujan deras masih mengancam sejumlah wilayah hingga tiga hari ke depan.

Di Kabupaten Kendal, banjir melanda enam kecamatan pada Senin (20/1), merendam 1.065 rumah, 10 fasilitas ibadah, dan sejumlah fasilitas umum lainnya. Sebanyak 3.366 jiwa terdampak, dengan 450 warga terpaksa mengungsi. Ketinggian air masih mencapai 1-2 meter, dan kebutuhan mendesak meliputi sembako, air bersih, serta peralatan kebersihan. Selain banjir, longsor juga terjadi, menelan satu korban jiwa dan menyebabkan 16 rumah rusak.

Kabupaten Grobogan juga menjadi wilayah terdampak serius. Pada Selasa (21/1), banjir besar akibat luapan Sungai Lusi, Serang, dan Tuntang menyebabkan tanggul jebol di jalur Semarang-Purwodadi, melumpuhkan jalur kereta api di Gubug. Sebanyak 6.168 KK terdampak, dengan 139 warga harus mengungsi. BPBD setempat mendirikan posko pengungsian di Gedung Serbaguna Desa Ngraji dan melakukan penambalan tanggul di Desa Papanrejo.

Baca Juga: Banjir di Kabupaten Batang Rusak Enam Jembatan, Ribuan Warga Terdampak

Sementara itu, banjir melanda Kabupaten Batang di 10 kecamatan, berdampak pada 7.531 warga. Dua warga yang sempat hanyut berhasil diselamatkan dan kini menjalani perawatan. Meski air telah surut, kerugian mencakup kerusakan rumah, jembatan, dan fasilitas umum.

Di Kabupaten Demak, meluapnya Sungai Cabean dan Tuntang menyebabkan banjir di dua kecamatan, memaksa 2.400 warga mengungsi ke tempat pengungsian di Gedung BLK Desa Bogosari dan rumah kerabat. Debit air yang terus bertambah hingga Selasa (21/1) memperluas wilayah terdampak.

Baca Juga: Banjir Bandang di Jateng, 3 Fakta Terbaru, dari Ribuan Warga Mengungsi hingga Tanggul Jebol di Kendal

Waspada Cuaca Ekstrem
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan hujan dengan intensitas ringan hingga tinggi masih berpotensi terjadi di Grobogan, Kendal, Semarang, dan Tegal hingga 23 Januari 2025. Banjir, banjir bandang, dan longsor berisiko meningkat.

BNPB mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di dekat lereng atau tebing. "Jika hujan terus menerus selama dua jam atau lebih, lakukan evakuasi mandiri demi keselamatan," ujar BNPB dalam keterangannya.

Baca Juga: Indonesia Hadapi Erupsi dan Banjir di Banyak Wilayah

Kolaborasi untuk Penanganan Cepat
BNPB dan BPBD terus bekerja sama dengan unsur pemerintah daerah dan masyarakat dalam penanganan darurat, termasuk pendistribusian logistik dan pembangunan posko pengungsian. Dengan upaya bersama, diharapkan masyarakat dapat segera bangkit dari bencana ini.***

Tags

Terkini