NTTHits.com, Jakarta – Sebagai respons terhadap erupsi Gunung Ibu yang memasuki status Level IV (AWAS), sebanyak 120 warga dari desa-desa rawan bencana di Kecamatan Ibu, Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara, telah melakukan evakuasi mandiri.
Mereka saat ini berlindung sementara di Pos Pengungsian Gereja Tongotesungi, Desa Akesibu, untuk memastikan keselamatan dari ancaman erupsi.
Erupsi terbaru terjadi pada Kamis (16/1) pukul 15:45 WIT, dengan kolom abu setinggi ±1.500 meter di atas puncak gunung atau sekitar 2.825 meter di atas permukaan laut. Kolom abu berwarna kelabu tebal tersebut bergerak ke arah barat. Aktivitas vulkanik ini juga terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi 98 detik.
Baca Juga: Gunung Ibu Naik Status ‘Awas’, Warga Maluku Utara Diimbau Siaga Penuh
Kawasan Rawan Diperluas
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan rekomendasi baru terkait kawasan rawan bencana:
Radius 5 km dari puncak kawah.
Sektoral 6 km ke arah utara dari kawah aktif.
Ancaman lahar dan lava pijar kini meliputi enam desa di Kecamatan Tabaru: Sangaji Nyeku, Sosangaji, Tuguis, Togoreba Sungi, Borona, dan Todoke.
Langkah Cepat Penanganan Darurat
BNPB bersama BPBD dan pemerintah daerah setempat telah menggerakkan upaya tanggap darurat:
Pembagian masker untuk melindungi warga dari abu vulkanik.
Baca Juga: Gunung Ibu di Maluku Utara Erupsi, Ketinggian Kolom Abu Capai 4.000 Meter
Persiapan lima titik pengungsian yang mampu menampung hingga 3.000 jiwa, meliputi:
1. Gereja Tongotesungi, Desa Akesibu.