NTTHits.com, Denpasar – Masih ingat Yohanes Ande Kala atau Joni, sosok pemuda yang viral karena aksi heroiknya memanjat tiang bendera pada perayaan HUT RI ke-73 di Kabupaten Belu, NTT, tahun 2018? Kini, Joni kembali mencuri perhatian dengan kabar membanggakan: ia telah resmi menyelesaikan pendidikan Bintara TNI AD Angkatan 2024 di Resimen Induk Daerah Militer (Rindam) IX/Udayana, Tabanan, Bali.
Dalam upacara kelulusan yang penuh haru, Joni didampingi oleh sang ibu, Lorenza Kaili. Wajah kebahagiaan tak dapat disembunyikan, baik dari Joni maupun Lorenza, yang mengaku bangga atas perjuangan anaknya.
“Saya merasa sangat senang dan bangga. Ini adalah momen yang luar biasa, bisa memberikan kebanggaan untuk mama, almarhum bapak, dan keluarga besar saya,” ujar Joni dengan penuh haru usai upacara kelulusan.
Baca Juga: Melki Laka Lena Ziarah ke Vatikan, Persiapan Lahir Batin Sambut Tugas Baru Sebagai Gubernur NTT
Perjalanan Penuh Perjuangan
Joni menjalani pendidikan intensif selama 3,5 bulan di Rindam Udayana. Meski penuh tantangan, ia berhasil menyelesaikannya dengan baik bersama 217 rekan seangkatan lainnya. Namun, perjalanan Joni untuk menjadi seorang Bintara TNI AD bukanlah hal yang mudah.
Awalnya, Joni hampir gagal karena tinggi badannya tidak memenuhi syarat. Namun, semangat juang dan dedikasinya membuat pihak seleksi memberikan kesempatan khusus untuk menggali potensi lain yang dimiliki pemuda asal Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Belu ini.
“Karena kesungguhan dan semangatnya, Joni akhirnya dinyatakan lulus dalam penerimaan Bintara PK TNI AD reguler kategori keahlian tahun 2024,” jelas Kolonel Inf Agung Udayana, Kapendam IX/Udayana.
Setelah dinyatakan lulus, Joni mengikuti pelatihan fisik dan mental yang intensif, disusul pendidikan kejuruan selama tiga bulan. Perjalanan ini tak hanya menempa kemampuan teknis, tetapi juga membentuk kepribadian Joni sebagai prajurit yang tangguh.
Dukungan dan Kebanggaan Keluarga
Ibunda Joni, Lorenza Kaili, tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Ia berharap Joni terus fokus dan menjalani tugasnya sebagai prajurit dengan penuh tanggung jawab.
“Saya senang dan bangga, semoga Joni bisa terus berjuang dan menjadi prajurit yang mengabdi dengan baik,” ujar Lorenza.
Mengenang Aksi Heroik di Tiang Bendera