NTTHits.com, Kupang - Para lurah dari enam kelurahan menyampaikan harapan agar Pj. Wali Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Linus Lusi dapat memberikan perhatian lebih terhadap alokasi anggaran untuk penanganan sampah di tingkat kelurahan.
Enam lurah tersebut yakni Lurah Naikoten I, Budi Imanuel Izac, Lurah Penfui, Fransisko Dugis, Lurah Liliba, Victor Makoni, Lurah Oebufu, Zet Batmaro, Lurah Oesapa Barat, Christian Chandra, dan Lurah Nunbun Sabu, Rongsly Aldi Foeh.
Baca Juga: Kota Kupang Ikut Ajang Putra Putri Cilik di Jakarta
Dalam pertemuan bersama Pj Wali Kota Kupang di ruang kerjanya, Selasa, 22 Oktober 2024, para lurah menyampaikan harapan agar Pj Wali Kota, Linus Lusi, dapat memberikan perhatian lebih terhadap alokasi anggaran untuk penanganan sampah di tingkat kelurahan.
Para lurah optimistis bahwa dengan dukungan penuh, program penanganan sampah yang dimulai hari ini akan memberikan dampak signifikan dalam dua hingga tiga tahun ke depan, sehingga Kota Kupang bisa menjadi lebih bersih. dan melihat potensi ekonomi dari pemilahan dan daur ulang sampah.
Para Lurah menjelaskan, di beberapa kelurahan, kendaraan pengangkut sampah sudah tersedia sejak dua tahun lalu, tetapi terkendala biaya pemeliharaan. Para lurah berharap agar pemerintah dapat mendukung dengan memberikan anggaran operasional. Selain itu, beberapa kelurahan telah memulai inisiatif Bank Sampah sebagai upaya pengelolaan sampah berbasis masyarakat, dengan dukungan dari tokoh-tokoh pemerhati lingkungan yang peduli terhadap kebersihan Kota Kupang.
Keluhan terkait sampah di kelurahan-kelurahan mencerminkan tantangan yang dihadapi oleh 51 kelurahan lainnya di Kota Kupang sehingga pentingnya kerja kolaboratif dari tingkat RT, RW, hingga kantor kelurahan, serta perlunya alokasi anggaran yang memadai untuk mendukung operasional penanganan sampah.
Menanggapi usulan tersebut, Pj Wali Kota Kupang, Linus Lusi memberikan apresiasi kepada para lurah dan berkomitmen untuk memperjuangkan alokasi anggaran yang memadai. Ia meminta agar para lurah segera menyusun estimasi kebutuhan anggaran sehingga dapat dibahas dalam sidang anggaran. Penjabat Wali Kota menekankan pentingnya kebersihan kota sebagai tanggung jawab bersama dan meminta agar para lurah terus berinovasi dalam pengelolaan sampah.
Menurut Linus, pengelolaan sampah adalah tanggung jawab pemerintah daerah yang harus didukung oleh anggaran yang tepat. Selain itu, kolaborasi dengan pihak swasta dan masyarakat sangat diperlukan. Ia juga menekankan pentingnya pemilahan sampah dari rumah sebagai langkah awal yang harus diperkuat di setiap RT dan RW, untuk mewujudkan Kupang sebagai kota yang bersih, sehat, dan nyaman. (*)