Baca Juga: Raih 3 Penghargaan Bergengsi TOP BUMN Awards 2024, Dirut BRI Dinobatkan sebagai Best CEO
Anggota DPRD NTT, An Kolin mengatakan kedatangan mereka ke tempat itu guna menjalankan tugas pengawasan sebagai anggota DPRD NTT, setelah adanya laporan masyarakat terkait tempat penampungan calon tenaga kerja ini.
"Ini bagian dari tugas kami untuk melakukan pengawasan, karena mereka juga masyarakat kami," katanya.
Karena itu, dia berharap pihak perusahan bisa memulangkan calon tenaga kerja kembali ke kampung halamannya. Walaupun diketahui mereka telah menandatangani kontrak kerja dengan perusahaan itu.
"Kami berharap ada kebijakan dari perusahaan agar anak-anak bisa pulang kembali ke kampung halamannya," pintanya.
Baca Juga: PT Flobamor Ingkar Janji, Hanya Bayar Gaji Karyawan Satu Bulan
Anggota DPRD lainnya, Hans Rumat berterimakasih kepada PT Akka Al-Matra yang telah memberikan pelatihan bagi calon tenaga kerja sebelum dikirim ke luar negeri. Namun dia berharap segala proses harus dilakukan secara legal, sehingga tidak menjadi masalah bagi pekerja dikemudian hari.
"Kami berharap perekrutan dari awal dilakukan secara baik, sehingga tidak merugikan pekerja kedepannya," kata dia.
Sementara anggota DPRD NTT dapil V yang meliputi Ngada, Ende, Nagekeo dan Sikka, Mercy Piwung mengaku siap menampung dan membiayai kepulangan kelima calon tenaga kerja yang hendak pulang ke kampung halamannya.
"Saya siap untuk tampung di rumah saya, dan membiayai kepulangan kelima calon tenaga kerja ini," katanya.
Direktur PT Akka Al-Matra, Adrian Masang membangah adanya uang Rp5 juta bagi para calon tenaga kerja, setelah medikal di Kupang. Karena dana Rp5 juta itu bisa diberikan sebagai dana pinjaman bagi para kerja sesuai dengan gaji sebulan mereka.
"Kami tidak menjanjikan uang Rp5 juta bagi calon tenaga kerja ini. Karena dana itu bisa diberikan sebagai pinjaman untuk kebutuhan mereka di penampungan atau lainnya," katanya.
Dia juga menyesalkan masalah sabun mandi dan kebutuhan lainnya yang tidak pernah disampaikan ke pihak perusahan. "Kalau mereka minta bisa diberikan, apalagi di tempat penampungan ada kios yang menjual kebutuhan sehari-hari dari mereka," katanya.
Terkait pemulangan calon tenaga kerja, Adrian mengaku tidak bisa serta Merta dipulangkan, karena perusahaan telah mengeluarkan biaya yang cukup banyak untuk setiap calon tenaga kerja.