NTTHits.com, Papua Nugini - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut bahwa korban hilang mencapai 670 jiwa, 150 rumah tertimbun dan diduga masih terdapat ribuan warga lainnya terjebak material longsoran dari petaka tanah longsor yang melanda Desa Yambali dan Desa Kaokalam di Provinsi Enga, Papua Nugini.
Menurut otoritas badan penanggulangan bencana Papua Nugini, pada akhir Mei 2024, tanah longsor terjadi setelah sebelumnya di wilayah tersebut dilanda cuaca ekstrem yang ditandai dengan intensitas curah hujan tinggi selama beberapa hari.
Daerah yang terdampak bencana itu berada di dataran tinggi di Enga atau bagian utara Papua Nugini dan dekat dengan wilayah Indonesia. Jika ditarik garis lurus, Provinsi Enga berjarak kurang lebih 600 kilometer dari Ibu Kota Papua Nugini, Port Moresby.
Bencana paling parah dalam satu dekade terakhir di Papua Nugini itu telah berdampak pada 70.000 warga dan sedikitnya 1.250 warga terpaksa harus mengungsi.
Upaya penyelamatan dan penanganan darurat juga memiliki kendala tersendiri karena akses menuju Enga hanya terdapat satu jalur saja. Di samping itu, kondisi tanah yang masih labil ditambah tingginya intensitas curah hujan menjadi tantangan tim penyelamat gabungan. (*)