humaniora

BNPB Targetkan NTT Bebas Rabies Desember 2024

Minggu, 23 Juni 2024 | 12:37 WIB
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto saat Rakor di Kupang, NTT

NTTHits.com, Kupang - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menargetkan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bebas Rabies di Desember 2024.

"Apabila segala upaya dan kegiatan kita tingkatkan dua kali lipat dalam waktu yang masih tersisa enam bulan ini, saya yakin bahwa Desember 2024 NTT akan bebas dari rabies"kata Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, Minggu, 23 Juni 2024.

Baca Juga: Ini Delapan Kabupaten di NTT Dengan Tingkat Kasus Rabies Tertinggi

Target bebas dari kasus rabies harus dicapai dengan sinergitas antar instansi yang intens dan strategis untuk dapat mewujudkan tujuan tersebut, dan BNPB akan secara penuh mendukung segala upaya yang dilakukan lintas instansi.

Berdasarkan data yang diterima BNPB, tercatat bahwa jumlah realisasi vaksinasi rabies di NTT sebanyak 312.527 dosis dengan jumlah populasi hewan penular rabies sebanyak 485.947 ekor, perlu adanya atensi khusus dan percepatan vaksinasi di masing masing kabupaten/kota untuk mencapai Herd Immunity 70persen dari populasi Hewan Penular Rabies (HPR).

Baca Juga: Koordinator KOMPAK Indonesia Desak Menhub RI Copot Kepala KUPP Kelas III Wonreli, Dugaan KKN dan Mal Admnistrasi Perizinan PBM

Adapun mengenai strategi penanganan rabies pada hewan yaitu dengan percepatan vaksinasi dengan dikawal tim siaga rabies, Surveilans kasus rabies pada hewan penular rabies berdasarkan pedoman dan aturan surveilans oleh Kementrian Pertanian, Pendataan, Sosialisasi mencakup Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) dan Monitoring Hewan Penular Rabies (HPR).

Terdapat perbedaan siginifikan antara tahun 2023 dengan tahun 2024, dimana terjadi penurunan kasus warga yang terinfeksi pada 22 Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Baca Juga: Dugaan Mal Administrasi dan KKN Urusan Perizinan PBM, Kepala KUPP Kelas III Wonreli Dilaporkan ke Menhub RI

"Saya yakin kita semua telah melakukan segala upaya yang bisa kita lakukan dengan komunikasi, informasi, edukasi serta peringatan kepada warga dan kegiatan vaksinasi hewan yang terindikasi rabies,"tutup Suharyanto. (*)

 

 

Tags

Terkini