Baca Juga: Frans Go: Bangun NTT Tak Mesti Jadi Gubernur
Koordinator Project YKPA Di Kabupaten Belu, TTU dan Malaka, Martina T. Berek mengatakan, YKPA membentuk 35 PAUD di 20 desa, khusus soal kepemilikan akta kelahiran di kabupaten yang awalnya hanya 50persen, naik menjadi 79persen pada tahun 2020.
“Program ini telah diadopsi oleh pemerintah daerah. Petugas pendaftaran akta lahir di 12 desa, yang juga anggota PATBM, telah ditunjuk dan mereka dibiayai oleh dana desa,” kata Martina.
Ia menjelaskan, 75persen anak mendaftar ke sekolah dasar tanpa menjalani PAUD. Anak-anak usia 4-5 tahun cenderung dibebaskan bermain tanpa bimbingan dan pengawasan serta dibawa ke Posyandu sebulan sekali.
Untuk itu, YKPA yang telah bermitra dengan ChildFund International sejak 1988 bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Belu, Malaka dan TTU menginisiasi dan mendukung penyelenggaraan program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Baca Juga: DPD PAN Belu Buka Pendaftaran Calon Kepala Daerah 2024
Hasilnya pun positif. Kehadiran PAUD mendukung anak-anak menikmati masa kanak-kanak yang menyenangkan karena dapat bermain, belajar, bersosialisasi dengan teman-teman mereka dan memupuk percaya diri.
Di sisi lain, para tutor/pendidik PAUD pun turut merasakan manfaat yang luar biasa, karena mereka memiliki kesempatan untuk mengembangkan diri diri dan bisa memaksimalkan pengembangan potensi anak-anak hingga waktunya memasuki pendidikan dasar.
"Berbagai dukungan dan antusiasme akan program ini pun didapatkan dari berbagai pihak seperti pemerintah desa, para pemangku kepentingan, hingga masyarakat. Bahkan, masyarakat berswadaya dan bergotong royong membangun PAUD,"tambha Martina.
Di Kabupaten Flores Timur, Sikka dan Ende, ChildFund International di Indonesia berkolaborasi dengan Yayasan FREN. Salah satu capaian penting yang patut diacungi jempol adalah program Youth Voice Now di Sikka yang menekankan inisiatif orang muda sebagai agen perubahan dalam mengurangi dampak krisis iklim pada kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Baca Juga: Hujan Deras di Sulawesi Selatan 33 Desa Terendam Banjir
penanggung jawab M&E, Rafael Ola Kerap mengatakan, melalui beberapa tahapan pelatihan, kami mengkapasitasi orang-orang muda di Sikka dengan ragam pengetahuan dan keterampilan. Dari mengidentifikasi masalah, mendesain solusi hingga mengaplikasikannya. Kami juga membekali mereka dengan kemampuan menulis, membuat pesan kunci, merancang kampanye di media sosial, keterampilan sosial, hingga berbicara di depan umum. Dengan demikian mereka dapat menjadi pemimpin teman sebaya dan bahkan berpartisipasi dalam forum-forum pengambilan keputusan.
Dari program ini, orang-orang muda memiliki bekal dan keberanian menginisiasi ragam aktivitas di lingkungan mereka, seperti penanaman pohon, pengurangan sampah plastik, podcast bersama pemerintah, serta menyuarakan kepentingan anak di Musrembang di tingkat kabupaten hingga partisipasi di kegiatan global.
"Yayasan FREN juga menyoroti keberhasilan program wirausaha orang muda. Inisiatif ini telah mencetak petani muda yang sebagian besar putus sekolah,"kata Rafael.
Melalui pelatihan yang komprehensif, para pemuda tidak hanya meningkatkan kapasitas sebagai petani, tetapi juga mendapatkan pengetahuan, motivasi, serta alat dan dana untuk merintis pertanian mereka.