Selain penambahan alokasi, proses penebusan pupuk bersubsidi semakin dipermudah. Pupuk Indonesia berkolaborasi bersama Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan. inovasi dengan mengimplementasikan aplikasi i-Pubers (Integrasi Pupuk Bersubsidi) pada setiap kios resmi.
"Dengan sistem digitalisasi ini, petani terdaftar cukup membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk melakukan penebusan pupuk bersubsidi," tandasnya.
Baca Juga: Milenial Kota Kupang Deklarasi Dukung Ansy Lema Maju Calon Gubernur NTT
Aplikasi ini ditujukan untuk memudahkan para petani dalam proses penebusan pupuk subsidi dengan menerapkan data yang terintegrasi di mitra distributor (kios) antara daftar penerima subsidi e-Alokasi dengan data stok pupuk yang ada di Pupuk Indonesia.
Oleh karena itu, Roh Eddy mengungkapkan petani di Kabupaten Kupang tidak perlu repot untuk menebus pupuk bersubsidi di kios, karena Pupuk Indonesia telah menerapkan digitalisasi penebusan pupuk menggunakan aplikasi i- Pubers.
"Melalui integrasi dengan data e-alokasi Kementan dan fitur geo-tagging, i-Pubers menjadi solusi terdepan untuk memastikan ketepatan distribusi pupuk. Inovasi digital ini tidak hanya efisien, tetapi juga membantu kita mengarahkan pupuk subsidi tepat pada sasaran, mendorong pertumbuhan sektor pertanian dengan presisi," katanya.
Mulai per 1 Februari 2024, implementasi i-Pubers telah mencapai 100 persen secara nasional dan tersedia di lebih dari 27.000 kios di seluruh Indonesia. Implementasi aplikasi i-Pubers merupakan salah satu langkah maju dalam pendistribusian pupuk bersubsidi di Indonesia. Aplikasi i-Pubers diharapkan dapat membantu petani mendapatkan pupuk bersubsidi dengan lebih mudah dan efisien.
Hingga 29 Maret 2024, sebanyak lebih dari 1,3 juta ton pupuk telah disalurkan kepada petani terdaftar di 38 provinsi Indonesia. Sementara dari sisi stok, Pupuk Indonesia menyediakan stok sebesar 769.042 ton yang tersedia di gudang lini III dan siap ditebus petani terdaftar. Keseluruhan stok pupuk tersebut terdiri dari 436.418 ton stok pupuk urea bersubsidi dan 300.359 ton NPK.
Khusus wilayah 2, stok pupuk bersubsidi yang tersedia sebesar 372.013 ton yang terdiri dari Urea sebesar 203.735 ton dan NPK sebesar 168.278 ton. Seluruh stok ini tersedia di gudang lini III dan sebagai upaya menjamin ketersediaan pupuk bersubsidi di unit penjualan wilayah 2 mulai dari Jawa Timur hingga Papua.
"Stok pupuk bersubsidi yang sebesar 372.013 ton ini tercatat per tanggal 12 April 2024 dan tersebar di seluruh Gudang Lini III di Wilayah 2 Pupuk Indonesia. Stok pupuk Urea ini setara 462 persen dari stok minimum yang ditetapkan Pemerintah, sementara NPK tercatat setara 509 persen dan NPK kakao setara 200 persen dari ketentuan minimum. Dengan begitu, Pupuk Indonesia tetap menjaga ketersediaan pupuk subsidi di wilayah timur Indonesia dalam rangka menyambut musim tanam kedua tahun 2024," jelasnya.
Dapat diketahui, pupuk bersubsidi hanya bisa didapat oleh petani yang memenuhi kriteria dan syarat Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 10 Tahun 2022 tentang Tata Cara Penetapan Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi sektor Pertanian. Dari aturan ini, petani wajib tergabung dalam kelompok tani, terdaftar dalam SIMLUHTAN. ***