NTTHits.com, Kupang - Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) kini memiliki Direktur Utama baru periode 2025–2030, Isodorus Lilijawa mengganti pemimpin sebelumnya yang mengundurkan diri tiba - tiba ditengah masa jabatan, Daniel Maro.
Pelantikan Dirut Perumda dilakukan, Senin, 29 September 2025 setelah melalui tahapan Panitia Seleksi (Pansel) dan dikukuhkan sumpah jabatan oleh Wali Kota Kupang Chris Widodo di Aula Garuda Kantor Wali Kota, yang turut dihadiri pula bersama Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis dan jajaran pemerintah, DPRD, dan perwakilan masyarakat.
Baca Juga: Usai Dilantik, Dirut Baru Perumda PDAM Kota Kupang Diminta Selesaikan PR Perusahaan
Usai di sumpah jabatan, Wali Kota Kupang, Chris Widodo dalam sambutannya, berharap Dirut Perumda yang baru dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, terutama di tengah tantangan ketersediaan air bersih di Kota Kupang.
Wali kota Kupang menekankan empat agenda prioritas Perumda kedepan, yakni optimalisasi sumber air, perluasan jaringan pipa dan sambungan rumah, pembenahan instalasi serta pencarian sumber baru, dan penguatan koordinasi dengan PDAM Kabupaten Kupang, serta perlunya penataan SDM agar sesuai kebutuhan.
“PDAM akan menjadi fokus saya. Saya percaya Pak Iso mampu melakukan pembenahan ini, dan bisa berkomunikasi langsung dengan saya,” tegasnya.
Dirut Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus turut menegaskan komitmennya menindaklanjuti arahan Wali Kota dengan langkah kolaboratif. Ia menyebut tantangan besar di sektor air minum tidak mungkin diselesaikan seorang diri.
Baca Juga: Satuan Yonarhanud 2/ ABW / 2 Kostrad Gagalkan Penyelundupan BBM Subsidi WNA Ilegal di Wini
Usai penyesuain, dirinya segera membentuk tim internal untuk melaksanakan empat agenda prioritas sesuai arahan wali Kota Kupang, yakni percepatan proyek SPAM Kali Dendeng, pipanisasi dan perluasan layanan, dialog penyelesaian aset bersama Kabupaten Kupang, serta penataan internal pegawai.
“Kita akan melakukan akselerasi, percepatan, kolaborasi, dan kerja tim. Tidak ada yang bekerja sendiri,” ujarnya
Seluruh pembenahan tersebut semata bertujuan menjadi perusahaan daerah yang produktif dan mampu menjadi salah satu aset daerah yang dapat menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) demi pembangunan di Kota Kupang. (*)