NTTHits.com, Kupang - Badan Pusat Statistik (BPS) Nusa Tenggara Timur (NTT) merilis, transportasi dan bahan makanan menjadi dua faktor teratas yang memberi andil inflasi 6,65 persen di NTT.
"Pemberi andil terbesar inflasi NTT 6,65persen itu adalah transportasi dan bahan makanan,"kata Kepala BPS NTT, Matamira B Kale,Senin, 2 Januari 2023.
Baca Juga: Joko Widodo Buka Perdagangan BEI 2023
Adapun penyumbang inflasi dari sektor transportasi sebesar 21,52persen, diikuti bahan makanan sebesar 7,54 yang mengalami kenaikan dari tahun 2021, yakni 108,21 menjadi 116,34 pada Desember 2022.
Dari sisi komoditas, ikan, rokok,tempe, tomat, telur ayam,cabai dan bawang merah, menjadi bahan makanan yang dominan memberikan andil terjadinya inflasi. sedangkan minyak goreng,bunga pepaya dan daun kelor menjadi komoditas yang memberikan deflasi.
Baca Juga: Kota Kupang Siapkan Rp.9 Milliar Bagi Ribuan Balita Gizi Buruk
"Beberapa jenis ikan,bawang merah, telur, daging ayam, cabai dan beberapa bahan makanan lainnya merupakan komoditas yang turut andil sebagai penyumbang inflasi di NTT,"tambah Matamira.
Baca Juga: Tidak Penuhi PAD, Dishub Akui Ada Kebocoran Retribusi Parkir di Kota Kupang
Selain dua faktor teratas, transpotasi dan makanan sebagai penyumbang, adapula beberapa jenis kelompok pengeluaran yakni pakaian dan alas kaki, perumahan, listrik,air dan bahan bakar rumah tangga, kesehatan, perelengakpan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumahtangga, informasi, komunikasi dan jasa keuangan,rekreasi,olahraga dan budaya, pendidikan, penyediaan makanan dan minuman (restoran) serta perawatan pribadi dan jasa lainnya.
Baca Juga: DAU Pendidikan Kota Kupang Rp.40,1 Milliar
Adapun kota-kota penyumbang inflasi di NTT yakni kota Kupang 7,07persen, Maumere, inflasi sebesar 6,25persen dan Waingapu mengalami inflasi 3,54persen.(*)