NTTHits.com, Kupang – Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami deflasi atau penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) tertinggi se-Indonesia, yakni sebesar 0,79 secara month to month (MtM).
“Untuk kota Kupang, deflasi terjadi sebesar 0,79 persen atau tertinggi se-Indonesia,”kata Statistisi Ahli Madya Badan Pusat Statistik (BPS) NTT, Demarce. M. Sabuna, Senin, 05 Juni 2023.
Baca Juga: Masa Penahanan Selesai, Terdakwa Alfred Baun Bebas Demi Hukum
Deflasi tertinggi khusus Kota Kupang, dipengaruhi oleh beberapa komuditas yang turut memberi kontribusi yakni angkutan udara sebesar -0,84 persen, jenis - jenis bahan makanan seperti tomat -0,16persen dan cabai rawit -0,06persen.
Sedangkan secara keseluruhan, NTT dari gabungan tiga kota Indeks Harga Konsumen (IHK) yakni Kupang, Maumere dan Waingapu, mengalami deflasi sebesar 0,64persen. Kondisi Deflasi juga terjadi di bulan sebelumnya yakni April 2023 yakni sebesar 0,05persen (MtM).
Baca Juga: Harper Hotel Hadir di Kota Kupang, Hunian Bernuansa Luxury, Modern dan Rustic
“Kondisi deflasi terjadi selama dua bulan berturut –turut, yakni April 2023 lalu sebesar 0,05persen, dan di bulan Mei 2023, untuk NTT alami deflasi sebesar0,64 persen,”tambah Demarce.
Andil deflasi secara keseluruhan NTT tercatat angkutan udara sebesar -0,71persen, tomat -0,14persen, cabai rawit -005persen, pasta gigi -0,02persen dan kangkung sebesar -0,02persen.
Baca Juga: Aksi Pungutan Liar di Pelabuhan Deri, Satgas Pungli Flotim Turun Tangan
Sementara komoditi yang berkontribusi terhadap deflasi di NTT yakni, ikan kembung sebesar 0.13persen, ikan tembang 0,05persen, rokok putih 0,03persen, jeruk nipis 0,02persen dan rokok kretek/filter sebesar 0,02 persen.
“Perlu dicermati bersama khusus untuk tim pengendali inflasi daerah prop, kabupaten dan kota, kita perlu kerja keras bersama, untuk antisipasi kenaikan –kenaikan harga hingga akhir tahun, agar terkendali dengan baik,” tutup Demarce. (*)