ekonomi

Alokasi Anggaran Fantastis Rp.34,85 Triliun Untuk NTT Tahun 2025, Ombudsman "Semoga Bawa Manfaat Untuk Kemakmuran"

Jumat, 20 Desember 2024 | 09:50 WIB
Ilustrasi

Dana Alokasi Umum (DAU): Rp 15,84 triliun – dana fleksibel untuk kebutuhan daerah.

Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik: Rp 1,89 triliun – pembangunan sektor prioritas seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.

DAK Non-Fisik: Rp 4,64 triliun – untuk program non-infrastruktur, termasuk peningkatan kapasitas SDM.

Insentif Fiskal: Rp 239,31 miliar – penghargaan atas kinerja fiskal daerah.

Dana Desa: Rp 2,69 triliun – mendukung pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat desa.

Baca Juga: BRI Raih Dua Penghargaan Bergengsi di Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2024

Evaluasi Pelaksanaan APBN 2024 di NTT

Hingga 30 November 2024, realisasi belanja negara mencapai Rp 33,78 triliun atau 85,55persen dari total alokasi. Meski tergolong tinggi, terdapat sejumlah catatan penting yang memerlukan perhatian:

1. Pola Penyerapan Anggaran yang Tidak Merata

Sebagian besar belanja masih terjadi pada triwulan terakhir, terutama menjelang akhir tahun. Hal ini menimbulkan risiko penumpukan pekerjaan, pelaksanaan program yang tergesa-gesa, dan potensi inefisiensi.

2. Kesiapan Program/Kegiatan DAK Fisik

Masalah utama:

Terlambatnya pemenuhan syarat administrasi.

Kegagalan proses lelang akibat perencanaan yang tidak matang.

Penolakan masyarakat terhadap beberapa proyek yang dinilai tidak sesuai kebutuhan.

Halaman:

Tags

Terkini

Sasando Dia, Sinergi Perkuat Ekonomi NTT

Selasa, 3 Maret 2026 | 21:05 WIB