teknologi

Pilot Project BI NTT - PLN, Manfaatkan Limbah Operasional Kantor Jadi Bahan Co Firing Batubara

Jumat, 30 Agustus 2024 | 11:41 WIB
Pemanfaatan Limbah Operasional KPw BI NTT sebagai Bahan Co Firing PLN Unit Wilayah NTT

NTTHits.com, Kupang - Pilot project Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Perusahaan Listrik Negara (PLN) unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Bolok, memanfaatkan limbah operasional kantor BI sebagai bahan co firing Batubara.

Adapun limbah operasional BI adalah uang Rupiah yang dimusnahkan oleh Bank Indonesia merupakan uang dalam kondisi tidak layak edar, antara lain karena lusuh, rusak, hingga telah dicabut dan ditarik dari peredaran. Sesuai dengan madat Undang-Undang (uu) No 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang memberikan amanat kepada Bank Indonesia dalam melakukan pengelolaan uang rupiah, diantaranya pemusnahan.

Baca Juga: 4 Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Timor Tengah Utara, Resmi Daftar di KPU TTU

"Tahapan pengelolaan Rupiah di atas, menghasilkan limbah operasional yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan co firing Batubara,"kata Kepala BI NTT, Agus Sistyo Widjajati, dalam rilis tertulis, Jumat, 30 Agustus 2024.  

Menurut dia, berdasarkan hasil penelitian laboratorium oleh Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), limbah operasional tersebut memiliki karakteristik nilai kalori yang relatif tinggi untuk bahan co firing dengan Batubara, tidak termasuk limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), serta memenuhi kritena sebagai standar kelas 1 bahan bakar jumputan padat.

Sehingga sinergi pilot project pemanfaatan limbah tersebut, diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan co firing PLTU Bolok serta sejalan dengan target pemerintah untuk mendukung keberlangsungan lingkungan hidup mensukseskan Net Zero Emission tahun 2060.

"Kedepan, BI NTT senantiasa bersinergi dengan stakeholders untuk mendukung kesinambungan perekonomian daerah,"tambah Agus.

Baca Juga: Bawaslu Kota Kupang Temukan Pelanggaran ASN Ikut Deklarasi dan Anak Terlibat Tahap Daftar Paslon

General Manager (GM) PLN unit wilayah NTT, Ajrun Karim, mengatakan, sinergi BI-PLN ini  dapat membantu kebutuhan co-firing PLTU Bolok dan selain itu juga, sejalan dengan upaya dekarbonisasi di Indonesia serta peta jalan nasional program co-firing.

"Sinergi kolaborasi ini sejalan juga dengan upaya dekarbonisasi di Indonesia serta peta jalan nasional program co-firing,"kata Ajrun.

 

Pilot Project penggunaan limbah operasional BI ditandai dengan penandatanganan kesepakatan dengan jangka waktu satu tahun antara BI NTT dan PLN Unit Wilayah NTT. (*)

 

 

 

Tags

Terkini