politik

Orang Muda Ganjar Belu Sulap Hutan Mahoni Jadi Destinasi wisata

Senin, 16 Januari 2023 | 03:04 WIB
Orang Muda Ganjar Belu

NTTHits.com, Belu - Orang Muda Ganjar (OMG) Belu, NTT bersama komunitas pedagang sulap Hutan Mahoni di kilo meter 5 jalan Trans Timor jurusan Atambua-Kupang di Kelurahan Fatukbot, Kecamatan Atambua Selatan, Kabupaten Belu, NTT menjadi destinasi wisata, Minggu, 15 Januari 2023.

Kordinator Orang Muda Ganjar Belu, Patrisius Kia Boli menuturkan hutan mahoni yang berbatasan dengan Makoramil 1 Kota Kodim 1605/Belu dan kawasan hutan jati selama ini dimanfaatkan warga untuk berjualan (Kedai) yang selalu jadi tempat persinggahan warga.

Karena itu, orang muda Ganjar Belu bersama masyarakat mengembangkan hutan mahoni jadi destinasi wisata baru di wilayah Fatukbot itu.

Baca Juga: Demam Nok Nok, Srikandi Ganjar Gelar Lomba di Kupang

Dia mengatakan pariwisata menjadi perhatian khusus untuk mengenalkan kuliner lokal, membuka lapangan pekerjaan baru demi meningkatkan ekonomi masyarakat.

Hutan Mahoni memiliki potensi yang perlu diperhatikan sebagai tempat wisata, karena memiliki kawasan yang luas dan letak sangat strategis di jalan Trans Timor.

"Sudah saatnya pemuda berkontribusi dalam ide, gagasan maupun materi sebagai aksi nyata mengembangkan hutan mahoni sebagai destinasi pariwisata untuk membuka lapangan pekerjaan demi mencapai kesejahteraan masyarakat," kata dia.

Menurut dia, Aksi Relawan Orang Muda Ganjar adalah sebuah gerakan peduli pariwisata yang murni hadir dari inisiatif sendiri tanpa ada unsur paksaan.

Baca Juga: Tokoh Adat NTT Dukung Ganjar Pranowo Presiden 2024

Selain komunitas pedagang, aksi ini juga melibatkan pelajar dari SMK Cartintes, SMKN 1, SMKN 3, SMAN 2 Atambua, SMAN 2 Tasifeto Barat, SMK Surya Atambua.

"Momen ini juga sebagai media edukasi kepada pemuda, para pelajar serta warga masyarakat setempat terkait tujuan dan manfaat membangun hutan mahoni sebagai destinasi wisata," katanya.

Masih menurut dia, relawan OMG juga memberikan fasilitas perlengkapan wisata seperti tempat sampah, hammocking, payung kreatif kepada komunitas pedagang dan komunitas hutan mahoni untuk menarik wisatawan berkunjung ke objek wisata baru di batas kota tersebut.

Lebih lanjut Kia menyampaikan terima kasih kepada UPT KPH Wilayah Kabupaten Belu, koordinator RPH Kecamatan Atambua Selatan, Lurah Fatukbot, Komunitas Hutan Wisata Mahoni, Kawasan Hutan Wemata yang telah memberikan ruang dan kesempatan.

"Kita berharap terus bersinergitas, mendukung secara ide maupun materi demi pengembangan hutan wisata mahoni," kata dia.

Halaman:

Tags

Terkini