“Setiap rupiah yang kita keluarkan harus bermakna dan berdampak bagi publik. Itulah pemerintahan yang ingin kita bangun — transparan, terukur, dan berorientasi hasil,” tegasnya.
Menutup arahannya, Melki mengajak seluruh pejabat Pemprov NTT untuk tidak hanya menjadi birokrat yang administratif, tetapi juga “entrepreneur birokrasi” yang mampu menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
“Kita tidak bisa lagi bekerja dengan pola lama. Kita harus bertransformasi menjadi birokrat yang berpikir seperti entrepreneur — mendorong tumbuhnya pelaku usaha lokal agar uang dari program pusat berputar di NTT, bukan keluar dari NTT,” pungkasnya.***