NTTHits.com, Yogyakarta — Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Jhoni Asadoma, mengajak seluruh diaspora NTT di berbagai penjuru Indonesia dan dunia untuk bersatu membangun kampung halaman.
Ajakan itu disampaikannya dalam dialog bersama diaspora yang digelar di Yogyakarta dan diikuti secara daring oleh perwakilan diaspora dari berbagai negara seperti Australia, Italia, Belanda, hingga Papua dan Kalimantan.
Dalam sambutannya, Jhoni menekankan pentingnya peran diaspora sebagai agen perubahan. Ia menyebutkan bahwa kemajuan suatu daerah sangat dipengaruhi oleh kepedulian warganya, termasuk mereka yang tinggal di luar daerah atau luar negeri.
Baca Juga: Ajak Diaspora Berperan Bangun Daerah, Gubernur NTT Siap Bentuk Forum Diaspora
“Kita harus belajar dari cara Jawa Timur, Kalimantan, Papua, bahkan negara-negara seperti Australia dan Belanda membangun wilayah mereka. Mereka maju karena semua elemen masyarakat ikut ambil bagian,” tegas Jhoni.
Gagasan Tertulis sebagai Modal Pembangunan
Wakil Gubernur mendorong diaspora untuk menyumbangkan gagasan secara tertulis, bukan sekadar diskusi lisan yang mudah dilupakan.
“Gagasan yang tertulis menjadi pedoman penting bagi kami dalam menyusun perencanaan pembangunan. Tulisan itu bisa lahir dari pengalaman, latar belakang keilmuan, dan pengamatan di lingkungan masing-masing,” ujarnya.
Ia juga mengakui bahwa pada tahun ini belum banyak yang bisa diubah karena APBD telah ditetapkan oleh pemerintahan sebelumnya. Namun, untuk tahun mendatang, pemerintah sangat terbuka menerima masukan dari diaspora untuk dimasukkan dalam perencanaan pembangunan.
Baca Juga: Gebrakan Gubernur Melki, Tunggakan Pajak Kendaraan Dihapus
Kontribusi Nyata dalam Pembangunan
Selain ide, Jhoni juga menekankan pentingnya kontribusi nyata dari diaspora, seperti bantuan pendanaan atau pembangunan fasilitas publik. Ia mencontohkan bagaimana masyarakat Batak berhasil membangun sekolah unggulan di kampung halamannya, dan mengajak diaspora NTT melakukan hal serupa.
“Bayangkan jika diaspora NTT ikut membangun koperasi, sekolah vokasi, atau pabrik pengalengan ikan di kampung halaman. Ini akan menjadi kebanggaan luar biasa dan bukti cinta tanah kelahiran,” ujarnya.
Ia menyebut, saat ini Presiden terpilih Prabowo Subianto telah berkomitmen membangun sekolah rakyat di setiap kabupaten. Namun, peran masyarakat tetap penting, khususnya dalam pembangunan sekolah-sekolah vokasi berbasis potensi lokal seperti kelautan, pertanian, dan peternakan.