NTTHits.com – Dampak kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menerapkan tarif impor baru mulai terasa di sektor industri, khususnya otomotif. Salah satu yang paling merasakan imbasnya adalah Tesla, perusahaan mobil listrik milik Elon Musk.
Tak tinggal diam, Elon Musk – yang kini menjabat di pemerintahan Trump sebagai bagian dari Department of Government Efficiency (DOGE) – dikabarkan telah mengajukan permintaan langsung kepada Presiden Trump agar membatalkan kebijakan tarif tersebut. Sayangnya, permintaan itu ditolak.
"CEO Tesla Elon Musk mengajukan permohonan langsung kepada Trump, namun tidak berhasil untuk membalikkan tarif selama akhir pekan lalu,"
tulis Washington Post, dikutip dari CNN, Rabu, 9 April 2025.
Baca Juga: Kontroversi Hormat Nazi Elon Musk, Kebangkitan Neo Nazi atau Kesalahpahaman?
Meski belum ada pernyataan resmi dari Gedung Putih maupun Musk, miliarder teknologi itu sebelumnya sempat menyuarakan keresahan lewat unggahan di platform X.
“Penting untuk dicatat bahwa Tesla TIDAK tanpa cedera di sini. Dampak tarif terhadap Tesla masih signifikan,” tulis Musk.
Popularitas Menurun, Tesla Tertinggal dari BYD
Bergabungnya Musk dengan kabinet Trump ternyata memicu reaksi publik yang kurang bersahabat. Di sejumlah kota, produk Tesla menjadi sasaran vandalisme, dan protes terhadap afiliasi politik Musk semakin masif di media sosial.
Masalah makin pelik saat data terbaru dari Counterpoint Research menunjukkan Tesla kalah dari BYD dalam pengiriman kendaraan listrik.
Baca Juga: Elon Musk, Gaya Hormat Nazi di Pelantikan Trump, dan Jejak Kontroversi di Jerman
Pada kuartal pertama 2025, BYD mengirimkan 416.388 unit, unggul jauh dari Tesla yang hanya mencatatkan 336.681 unit.
Situasi ini menjadi pukulan ganda bagi Musk: tekanan dari kebijakan pemerintah yang ia dukung, serta kinerja bisnis yang tengah menurun.***