NTTHits.com, Sumba - Melanjutkan rangkaian kunjungan kerja di Pulau Sumba, Gubernur NTT Melki Laka Lena mengunjungi Kabupaten Sumba Tengah dan Sumba Barat pada Minggu (6/4), usai kunjungan di Sumba Timur. Fokus kunjungan kali ini menyasar sektor kesehatan, pendidikan, dan pertanian.
Sumba Tengah: Cek Kesehatan Gratis dan Tinjauan Food Estate
Di titik pertama, Gubernur meninjau pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Puskesmas Lendiwacu. Kepala Puskesmas, Sisilia, melaporkan bahwa 319 warga telah memanfaatkan layanan tersebut. Gubernur Melki mengapresiasi antusiasme masyarakat dan menyebut Lendiwacu sebagai contoh penerapan terbaik program CKG.
“Ini bukti bahwa Puskesmas Lendiwacu bekerja cepat dan efektif menjelaskan program hadiah kesehatan dari Pak Prabowo,” ungkap Gubernur.
Baca Juga: Gubernur NTT Safari Kunker ke Sumba Timur, Tekankan Inovasi, Kesehatan, dan Ekonomi Berkelanjutan
Sebagai bentuk dukungan, Gubernur menyerahkan bantuan simbolis berupa paket sembako kepada ibu-ibu yang memiliki balita stunting.
Selanjutnya, Gubernur meninjau lokasi Food Estate di sekitar Bendung Lokojange, Desa Umbu Pabal. Ia menekankan pentingnya memastikan fungsi irigasi berjalan baik demi peningkatan produksi pertanian.
“Sumba Tengah punya potensi besar. Kita targetkan pembukaan 10 ribu hektar lahan pertanian produktif untuk swasembada pangan,” ujar Melki.
Sumba Barat: Semangat Pendidikan dan Inovasi Pertanian
Di SMAN 1 Waikabubak, Gubernur menghadiri tatap muka bersama Korwas, Pengawas, dan Kepala SMA/SMK/SLB se-Sumba Barat, Sumba Tengah dan Sumba Barat Daya. Meski hujan deras, semangat Gubernur tak surut.
Ia menekankan pentingnya pendampingan siswa dalam seleksi UTBK, TNI/Polri, dan sekolah kedinasan tahun 2025.
“Anak-anak harus diarahkan sejak dini agar tidak salah langkah saat kuliah, dan siap membangun daerahnya,” tegasnya.
Gubernur juga mendorong agar pelajaran terkait potensi daerah—seperti pertanian, kelautan, dan energi terbarukan—dimasukkan dalam kurikulum dan dipraktikkan langsung di lapangan.
Di Desa Dedekadu, Kecamatan Loli, Gubernur meninjau Screen House milik Kelompok Tani Manua Wawi 2. Ia turut menanam pakcoy dalam media hidroponik bersama petani. Inovasi pertanian ini, kata Gubernur, menjadi solusi peningkatan hasil dan kualitas panen.
“Teknik hidroponik seperti ini harus kita perluas di seluruh NTT agar petani makin sejahtera,” ungkapnya.
CKG di Puskesmas Weekarou: Kerja Kolaboratif Jadi Kunci
Di titik akhir kunjungannya, Gubernur memantau pelaksanaan program CKG di Puskesmas Weekarou. Ia menegaskan pentingnya kerja kolaboratif antara pemerintah desa dan tenaga kesehatan untuk mendata warga yang berulang tahun agar bisa ikut program ini.